Penjualan Hewan Kurban Naik 20%
Sabtu, 21 November 2009, 08.10 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Ingin tahu berita terbaru NASIONAL lewat HP Anda? Ketik REG spasi NASIONAL kirim ke 9545 !

Terpaan krisis ekonomi tampaknya tidak mempengaruhi tingkat penjual hewan di sejumlah pusat penjualan hewan kurban. Meski dibayang-bayangai kekahwatiran turunnya daya beli masyarakat, para pedagang hewan kurban umumnya mengaku tetap mengalami kenaikan keuntungan rata-rata 10 hingga 20% dibanding Idul Adha tahun lalu.

Haji Zaenudin ini misalnya. Pedagang kambing di kawasan UI, Depok, ini mengaku mampu menjual sedikitnya 200 ekor kambing sejak H-4 Idul Adha.

Dengan kisaran harga jual Rp 1 juta hingga 2 juta per ekor, ia mengaku dapat mengantongi keuntungan bersih hingga Rp. 20 juta atau 5 juta lebih tinggi dibanding tahun lalu. Tetap tinginya tingkat penjualan ini menurut Zaenudin disebabkan masyarakat menganggap kurban adalah sebuah ibadah.

Hal serupa juga dialami Iksan, pedagang di pusat penjualan hewan kurban di daerah Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Iksan mengatakan sejak H-5 sedikitnya 210 ekor kambing dan 40 sapi miliknya sudah laku terjual.

Dari total omset penjualan yang mencapai Rp 700 juta, pemuda asal Jawa Tengah ini mengaku dapat meraup untung sebesar Rp 40 sampai 50 juta. Ia optimis, 15 sapi dan 3 kambingnya yang masih tersisa akan terjual habis hingga 3 hari ke depan.

Pengalaman Iksan dan Zaedunin ini mungkin mengajarkan satu hal. Di tengah runtuhnya banyak lembaga keuangan dan industri-industri otomotif dunia, usaha jual hewan kurban ternyata mampu bertahan dari terpaan krisis global, bahkan kian menguntungkan.

|Rep/Kam:Anthony lPenulis:Hutasoit  lVO:Maya l Editor Video:Ferry |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.