Hindari Tumpang Tindih, 'Job Desk' Pemilu Harus Jelas
Jumat, 28 November 2008, 10.46 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Keputusan Pemerintah membentuk desk Pemilu disambut baik dan dinilai tepat oleh anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Bambang Eka Cahya. Bambang Menegaskan, pembagian kerja itu diperlukan pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya persoalan-persoalan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan pemilu secara serentak, terutama terkait pendistribusian logistik pemilu.

Bambang mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Panwaslu di Jakarta, Kamis(27/11) kamerin.

Bambang mengatakan, job desk pemilu diperlukan pemerintah untuk menjamin sampainya kebutuhan pemilu seperti kotak dan surat suara hingga ke TPS-TPS, yang oleh KPU sendiri belum direncanakan secara matang.

Namun untuk menghindari kerancuan, Bambang sepakat apabila job deskripsi desk pemilu tersebut sebaiknya diatur secara jelas sehingga tidak tumpang-tindih dengan fungsi dan kewenangan KPU maupun Bawaslu.

Hal serupa diungkapkan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto. Usai berbicara dihadapan peserta Rakernas Panwaslu Mardiyanto menegaskan job desk pemilu diadakan pemerintah semata-mata demi memperlancar penyelengaraan pemilu 2009.

| Rep/Kam:Anthony | Penulis:Hutasoit | Editor Video:Dinda | VO:Maya
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Setuju
Martina Elisabeth (125.161.66.xxx) 2009-02-05 09:26:33

Job desk pemilu memang sangat diperlukan supaya nantinya tidak timbul keributan hanya karena kurangnya koordinasi di lapangan saat pemilu nanti

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort