Iklan Politik PKS yang Kontroversi
Sabtu, 15 November 2008, 09.22 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Iklan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menimbulkan kontroversial. Betapa tidak, selain menampilkan tokoh bangsa seperti Soekarno, M. Natsir, Bung Tomo, KH. Ahmad Dahlan, Hasyim Asy'ari. Iklan politik PKS itu menyebutkan tokoh orde baru, Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan.  

Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah menyatakan, iklan PKS ini merupakan rekonsiliasi nasional untuk menghormati jasa pendahulu bangsa, yang mampu mengukir sejarah di Indonesia. Rekonsiliasi dinilai sebagai penguat NKRI. 

Politisi PDI-P Budiman Sudjatmiko, keberatan dengan iklan PKS yang menyatakan Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan. Seharusnya, tanpa menjadikan sebagai guru bangsa, rekonsiliasi sudah berjalan. 

Pengurus Partai Matahari Bangsa (PMB) dan PKB mempertanyakan iklan politik PKS yang memasukkan tokoh pendiri Muhammadiyah dan NU tanpa izin terlebih dahulu.

| Reporter/Kamerawan:Alam| Penulis:Syarif| Editor Video:Naviz | VO : Maya
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Iklan Politik PKS yang Kontrov
Mas Her (125.163.137.xxx) 2008-11-21 10:43:40

Iya nih, emangnya udah pada jadi malaikat apa, bersih sendiri ga punya salah. Aku yakin model politik dendam kesumat ala fajrul rahman, budiman sujatmiko itu tidak akan pernah membuat bangsa ini maju. Kalo mereka mimpin negeri ini apa ga sama aja. diskriminatif. Ide PKS itu sangat bagus, mungkin parpol lain keduluan ide cerdasnya PKS jadi pada kebakaran jenggot. Maju terus PKS, harapan rakyat sangat besar padamu.
Kok Pada Ribut
P. Sulistiyo (125.161.11.xxx) 2008-11-20 11:20:38

Kenapa Parpol-Parpol pada ribut-ribut mempermasalahkan iklan PKS? Parpol manapun boleh membuat iklan semacam itu,, silahkan saja, toh tidak ada yang melarang.buat saya percuma.dalam pemilu 2009 nanti, rakyat lebih cerdas dalam menentukan hak pilihnya,,, ingat Kekuasaan ada di tangan rakyat bukan di tangan PARPOL.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.