Film Indonesia, Tragis
Kamis, 07 Agustus 2008, 12.16 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Sebuah pemandangan yang mengharukan telah terjadi dalam Festival JakArt@ 2008 yang diadakan sepanjang bulan Agustus. Nasib Film Indonesia yang jauh gebyar-gebyar kesenian bertaraf internasional.

Sebuah tenda berdiri kecil, sangat kecil dibandingkan dengan lobby Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Di tenda kecil tersebutlah, diputar tentang sejarah sinema Indonesia dan film-film pendek pilihan dari tahun 1950-an sampai sekarang.

Sebuah sejarah film Indonesia, menjadi sebuah senyum yang menyakitkan bagi sineas-sineas Indonesia. Sungguh tragisnya panorama sejarah generasi perfilman Indonesia.

|Kamerawan : opung| Penulis : rian| Editor Video : opung| Narator : Maya|
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
budaya bangsa
anak tim (117.102.80.xxx) 2008-09-06 14:24:54

bicara budaya bangsa agak miris dech... krn banyak sekali yang sudah tidak menghargai budaya bangsanya...buktinya seni budaya tak pernah dilirik dan banyak pengunjung....apa patriot sering datang ke tim untuk nonton pertunjukkan seni budaya....? kalau sering ajaklah seluruh orang datang lewat berita...he.
Film adalah hasil kebudayaan
patriot (117.102.80.xxx) 2008-08-29 11:26:30

Bagi saya film adalah hasil karya puncak peradaban. Betul teknologinya buatan orang barat, sehingga mereka lebih fasih dan canggih dalam membuat filmnya. Tapi film bagi mereka adalah propaganda demi kepentingan penetrasi budaya. Agar bangsa lain menjadi pengikut bangsa mereka, sehingga bisa menjadi pangsa pasar mereka pula. Liat aja gaya James Dean pake jeans, bikin anak muda di penjuru dunia pada 60-70an gandrung jeans, yang untung Levis juga. Jadi film Indonesia sendiri harus bangkit agar bisa memberikan pengaruh budaya bagi warga RI sendiri. Asal isinya berisi budaya lokal yang bagus dan bisa jadi teladan, bukan cinta, seks dan kekonyolan...
payah
iwan (91.203.96.xxx) 2008-08-29 01:53:35

film indonesia hnya brcerita,horor,cinta
remaja,film indonesia sma halnya ntn sinetron di tv,g ad tekhnologi canggih yg di muat di dlmxa..
tragis
film indonesia, tragis (125.163.14.xxx) 2008-08-17 21:23:34

film indonesia tragis
film indonesia, tragis
film indonesia, tragis (125.163.14.xxx) 2008-08-17 21:22:48

fim indonesia tragis
film indonesia
tulaliet (125.163.16.xxx) 2008-08-13 13:05:39

ehmmmm...low bisa ditingkatin dwonk film humorny
Namanya Seni
admin@tv.Kompas (117.102.80.xxx) 2008-08-12 14:57:19

Buat mas/ mba ant.

Ini namanya seni, berita yang menggambarkan tragisnya film Indonesia, sehingga digambarkan demikian. Sebagaimana KOMPAS yang selalu mengangkat masalah sosial yang ada dimasyarakat.

Kami ucapkan banyak Terima Kasih atas kritik dan sarannya.

---Admin---
catatan
dudung (125.208.143.xxx) 2008-08-12 14:07:54

diera informasi sekarang ini,kecepatan akan kabar suatu peristiwa lebih penting dari pada penyajiannya, orang skrg gak banyak waktu buat nonton berita, mereka lebih memilih koran untuk cuma dibaca headline nya trus jadi tau ada berita apa hari ini,internet jadi jawaban buat mereka yang waktunya gak banyak.....
luweh
jono (125.163.248.xxx) 2008-08-12 13:57:05

film indonesia bukan bangkit dri mati suri, tapi malah bener2 mati,.hehehe
gembira
penggemar film indonesia (117.102.80.xxx) 2008-08-09 20:56:48

ternyata masih banyak yang tetap mendukung film indonesia, ini sangat menggembirakan sekali....memang bener biarkan saja yang nyinyir itu...lebih baik berkarya dari pada hanya membual....
dana
anak tim (125.208.143.xxx) 2008-08-07 23:53:11

saya pernah ngobrol di warung kopi dengan salah satu pihak panitia, katanya semua karena masalah dana yang tidak memungkinkan memutar film-film indonesia di tempat yang pada tempatnya...si panitia minta maaf kepada seluruh sineas indonesia...dan panitia merasa malu karena seperti tidak menghargai karya bangsanya. Dan memang tak ada panitia yang mau untuk di wawancarai tentang hal ini.
nyinyir
anak tim (125.208.143.xxx) 2008-08-07 23:41:09

yang nyinyir itu karena tidak pernah ikutan membuat film...bisanya hanya ngomong aja...hanya membual...jadi tidak usah digubris sineas indonesia... terus berkarya lebih penting dari pada hanya membual.....
salut untuk sineas
anak tim (125.208.143.xxx) 2008-08-07 23:28:37

apapun yang dikatakan orang, dikecilkan, dikucilkan, dilecehkan, janganlah berkecil hati, terus berkaryalah sineas indonesia, seluruh jajaran anak-anak bangsa tetap mendukung sineas indonesia....sebab mereka itu buta mata buta hati....kami anak-anak bangsa yang lebih cinta karya seni budaya sendiri....hidup sineas indonesia...
mendukung sineas
penggemar film indonesia (124.81.145.xxx) 2008-08-07 22:27:15

saya terus terang sangat setuju dengan apa yang diungkapkan oleh sineas, rakyat indonesia matanya sudah buta karena diiming-imingkan oleh bangsa asing, kalau tidak serba asing kayaknya jadi gengsi. karena itu tidak usah heran kalau apa yang menjadi milik indonesia bisa diambil bangsa asing, ya orang indonesianya sendiri aja yang sudah silau oleh impian america.
buka mata
sineas (117.102.80.xxx) 2008-08-07 15:42:54

ada yang selalu menutup mata terhadap karya-karya sineas indonesia, hatinya dibutakan oleh kebohongan negeri asing, sungguh ironis sekali, bila generasi muda tak bisa melihat, dan perlu diingat film indonesia selalu punya tradisi terbaik di mata dunia luar....
lbh payung papua
adden (117.102.80.xxx) 2008-08-07 13:01:35

film indonesia tdk ada yang berbobot,yang ada hanya pembodohan bagi masyarakat indonesia.yang masyarakat butuhkan adalah film yang mendidik masyarakat.trims
danu (117.102.80.xxx) 2008-08-07 13:01:10

huh, ternyata masih pernah dibina toh!

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.