| Kontroversi Google VS China |
| Jumat, 15 Januari 2010, 13.11 WIB | |||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Ingin tahu berita terbaru INTERNASIONAL lewat HP Anda? Ketik REG spasi MANCA kirim ke 9545Jika Google benar-benar hengkang dari Cina, pemenang konfrontasi bisa jadi ialah sebuah perusahaan yang anda bahkan belum pernah dengar. Ia adalah Baidu Inc., sebuah perusahaan pencarian internet asli Cina. Keberadaan Baidu cukup besar di dalam negara tirai bambu, namun hanya sedikit dikenal di luar perbatasan. Hal itu kemungkinan akan berubah jika Google menarik bisnisnya dari Cina, meninggalkan ruang besar dalam pasar pencarian yang membuat Baidu masuk lebih leluasa. Kenyataannya, itu telah terjadi. Bursa saham mengendus situasi tersebut. Saham Baidu--berbasis di Beijing--yang diperjualbelikan di AS, melonjak naik 13 persen, Kamis (14/1). Google mengumumkan, akhir malam lalu bahwa sebuah serangan besar dari dalam Cina terhadap jaringanya telah memaksa perusahaan mempertimbangkan untuk menarik bisnisnya dari negara itu. Setelah serangan, yang ditujukan ke akun Gmail milik para aktivis hak asasi manusia China, raksasa pencarian tersebut langsung melakukan pertimbangan terhadap perjanjian awal dengan pemerintah terkait sensor hasil pencarian di Cina. Di Cina, Baidu, yang menolak diwawancara terkait hal tersebut, jauh melebihi raihan pasar Google. Menurut perhitungan terakhir, Google hanya meraih 35 persen pasar pencarian di Cina. Banyak tudingan muncul ke permukaan di berbagai publikasi bahwa Baidu telah memanipulasi hasil pencarian untuk kepentingan komersial dan pemerintah. Baidu pun memiliki masalah keamanan. Terakhir terjadi pekan ini. Situs pencarian itu tidak tayang pada sebagian Senin awal pekan. Laporan yang masuk, penyerang telah mengubah data milik Baidu di Register.com, domain resmi tempat si mesin pencari internet itu terdaftar. | Sumber: Associated Press/Penerjemah: Rizal/Text Editor: Zaldo/VO: Maya/ Video Editor: Fajar| =========================== Original Source : Associated Press (AP) Associated Press (AP) in Indonesia :
The Associated Press is the backbone of the world's information system serving thousands of daily newspaper, radio, television and online customers with coverage in all media and news in all formats. It is the largest and oldest news organization in the world, serving as a source of news, photos, graphics, audio and video. The Associated Press provides the world’s most reliable, prompt, and accurate breaking video news, sports, and entertainment content to over 500 broadcast newsrooms, portals, Web, broadband and mobile customers worldwide
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...