Murtini: Bu Presiden Tolong Saya......
Selasa, 12 Januari 2010, 19.12 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Ingin tahu berita terbaru NASIONAL lewat HP Anda? Ketik REG spasi NASIONAL kirim ke 9545 !

Menangis. Hanya Itu yang hanya bisa dilakukan Murtini saat ini jika teringat bayi laki-lakinya yang diculik. Tidak banyak yang bisa mengobati rindu ibu dua anak tersebut selain tempat tidur bayi yang berada di sampingnya. Belum lagi pulih rasa sakit akibat pendarahan saat melahirkan, namun dia harus kehilangan bayi laki-lakinya 12 jam setelah dilahirkan karena diculik orang tidak dikenal.

Murtini kini hanya bisa terbaring menunggu di Ruang Cempaka Puskemas Pembina Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Istri dari Edy Sugianto ini mengaku akan tetap menunggu di Puskesmas sampai anaknya diketemukan atau diketahui keberadaannya.

Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan memaksa Murtini meminta tolong kepada siapa saja agar segera menemukan anaknya. Secara khusus, Murtini juga meminta pertolongan dan perhatian kepada Menteri Kesehatan dan Ibu Negara, Ani Yudhoyono.

Permintaan Murtini kepada petinggi negara ini tentang kepastian keberadaan anaknya bukan tanpa alasan. Sejak diculik pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 18.30 WIB lalu, pihak berwenang belum menemukan titik terang di mana keberadaaan putra kedua Murtini tersebut.

Sejumlah saksi mata dan pihak yang dicurigai telah diperiksa, namun polisi masih menemui jalan buntu untuk mengetahui siapa pelaku penculikan. Sistematis dan tenangnya kerja pelaku penculikan, menguatkan dugaan polisi akan keterlibatan sindikat penculikan anak.

Kasus penculikan bayi Murtini seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah dan masyarakat. Penculikan tersebut mungkin tidak terjadi jika keamanan puskesmas yang selama ini diremehkan lebih diperbaiki lagi.

|Rep/Kam:Mahfud |Penulis:Effendi |VO:Maya |Editor Video:Dinda |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.