Dianggap opini negatif dan diduga berbau pornografi, film ML (Mau Lagi) terpaksa harus disortir Lembaga Sensor Film. Film yang diproduksi Indika Entertainment ini, terpaksa ditunda jadwal penayangannya di jaringan bioskop, padahal Rencananya akan dirilis pada tanggal 15 Mei mendatang.
Ketua Lembaga Sensor Film, Titie Said, mengakui kalau pihaknya mendapat protes dari masyarakat. Karena film yang dibintangi Ratu Felisha dan Ferry Irawan tersebut banyak terlihat adegan berkonotasi negatif. Meski film ini bertujuan kampanye bahaya Free Sex, sementara waktu, LSF tidak mengeluarkan surat lolos sensor untuk film ML tersebut.
Dari film yang masuk LSF, sebanyak 15 meter adegan yang dianggap negatif tersebut telah disensor. Tinjauan ulang LSF terhadap film ML (Mau Lagi) tersebut , mendapat dukungan dari berbagai pihak.
saiia..krng setuju sekali gdn FILM yang berbau SEX.
film yg berbau sex pzti di bawah posternya ada tulisan SEX EDUCATION.
EDUCATION apaan???
nenurut saiia..film kya bgitu kurang bermutu..bahkan mungkin sangadh tdk bermutu.
kshn tuu anak-anak SMP n SMA pd nonton bgituan mlu..
yg ada mereka mlah mencontoh film tersebut n gak dapet hikmah apa-apa dr nonton film itu.
Hayo laaa...Indonesia...
kita buat film yang lebih bagus n lebih bermutu..
jgn kalah ma film barat!!
jadi lakuan film barat dehh nii...
Malu Lah
lhargo (125.167.144.xxx) 2008-12-29 20:44:49
aku prihatin, pendidikan SEX yang dipropagandakan melalui film itu dianggap perlu, apapun bentuk pendidikan SEX itu kalo di VULGARkan pasti berdampak negatif, hanya norma agama lah yg mampu menjembatani pendidikan SEX, dan itu PASTI
Meskipun Saya bukan muslim tap
Denny Kusnadi (64.59.144.xxx) 2008-06-15 14:06:27
Meskipun saya bukan orang Muslim, saya seteju sudah sepatutnya film ini dilarang untuk duayangkan.
Hee.. hee
Is (117.102.80.xxx) 2008-06-01 12:15:38
Hee..he.. Good for LSF
Kita Org Timur yang layaknya berfikir dan bersikap layaknya orang timur yang beretika dan bermoral
SETUJU!!........Banget!!
rahman (125.163.73.xxx) 2008-05-21 15:02:48
salam buat LSF!!!... saya sebagai muslim sangat setuju apabila film ini tidak di tayangkan, karena dalam film ini lebih banyak unsur negatifnya daripada yang mendidik.tetap pertahankan pernyataan itu.
exct
ladon (118.136.213.xxx) 2008-05-20 20:12:04
Norak,dikit-dikit potong,gaji pejabat tuh dipotong,itu baru bener.......!
mbe
wonk edan (125.164.236.xxx) 2008-05-20 16:56:44
gk terlalu baek ditonton, harus ada sensor tersendiri
rusaknya moral bangsa
Djomingien (125.163.132.xxx) 2008-05-19 17:48:20
Kita ini manusia bung, bukan hewan !! Masalah moral dianggap kuno,manusia berjalan tanpa aturan.Ingat setiap diri akan mati,dan setiap kematian pasti akan ada pertanggungjawaban.OERIP KUWI MUNG MAMPIR NGOMBE !!
NOOOO...!!!
Roy (117.102.80.xxx) 2008-05-17 16:20:46
Jangan
di putar Film yang murahan masyarakat pengen yang layak di tonton karena Film juga berpengaruh trhdp sosial-budaya
Dukung terus Badan sensor film
Sansan (117.102.80.xxx) 2008-05-17 16:18:34
Walaupun belum nonton, tapi melihat sekilas saja sudah kelihatan tidak baik. Mudah2an tindakan sensor ini akan terus berlanjut dan kalau bisa lebih galak lagi dan transparan kepada publik. Bravo Badan sensor firm.
Film Mau Lagi (ML) x comment 1
Agus Salim (117.102.80.xxx) 2008-05-17 16:14:25
Kapankah kita semua akan berpikiran terbuka dan mengikuti perkembangan jaman.
Biarkan masyarakat yg menilai sendiri, ini kan negara demokrasi.
nyantai aja.......
DEDDY (202.146.177.xxx) 2008-05-16 23:41:04
di cekalnya film ML sama saja dengan pembunuhan karakter,klo menurut gue sech puter aja tu film baik buruknya kan masyarakat yang menilai
Alih alih untukpendidikan
d^m (125.163.84.xxx) 2008-05-13 13:49:52
dilihat dari sekilaspun ini film ngga baik untuk di tonton!!! banyak sekali adegan adegan yang gak pantas! alih-alih bertujuan kampanye free sex.. Mohon Badan sensor untuk selektif lagi!!!!
Porno ya tetap Porno
Hasanudin (202.169.224.xxx) 2008-05-13 09:32:17
Kalau porno ya tetap porno, harus disensor. Nggak usah pakai alasan untuk pendidikan remaja. Pendidikan pornografi iya. Mana ada film populer bertujuan untuk pornografi. Semuanya bisnis. bisnis is bisnis. Menghalalkan berbagai cara, walaupun itu dapat merusak moral generasi bangsa. Jangan sok berdalih yang lain-lain dech. Semua tahu kalau pembuatan film itu untuk profit. yang penting khan laku di pasaran, dapat duit banyak.
bau forno gak ada ide lain
komang (88.255.159.xxx) 2008-05-12 21:15:43
ya harus strick,banyak film,sinetron di kita yg gak mutu.ciritanya gak brekembang diseputaran puser aja,nyari ide yg lain dong!
Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...