| Tradisi Pertarungan Ular di Thailand |
| Kamis, 01 Oktober 2009, 14.28 WIB | |||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Ingin tahu berita terbaru INTERNASIONAL lewat HP Anda? Ketik REG spasi MANCA kirim ke 9545 !Penduduk perkampungan di Thailand utara bermata pencaharian sebagai petarung ular. Tradisi bertarung melawan ular ini dimulai sejak 60 tahun yang lalu. Ular kobra adalah penghuni asli dari perkampungan di utara Thailand tersebut. Mereka bisa tumbuh hingga sepanjang 22 kaki. Pertarungan ini sangat membahayakan. Salah satu petarung ular mengatakan jarinya dulu pernah dimangsa binatang berbisa itu. Seorang petarung lainnya bahkan tewas saat beraksi melawan raja kobra. Meskipun begitu, pengalaman yang dialami tidak akan menghentikannya. Perkampungan tersebut bahkan telah menciptakan sebuah ramuan yang dapat mencegah kematian akibat serangan bisa ular. Obat tradisional itu dibuat dari akar pohon yang mereka temukan di wilayahnya. Penduduk percaya dengan ramuan itu tubuh anda akan menjadi dingin dan rasa sakit akibat sengatan pun akan hilang. Aksi membahayakan ini sudah menjadi ritual yang umum di wilayah itu. Banyak penduduknya yang menyimpan salah satu ular mematikan tersebut di dalam sebuah kotak kayu. Anak kecil pun ambil bagian dalam aksi pertarungan berbahaya ini. Penonton juga menganggap mereka sangat berbakat. Kelompok konservasi ular memprotes penangkapan hewan ini yang digunakan untuk mencari uang. Penduduk di sana mengatakan dengan mereka pelihara, ular tersebut akan terlindungi. | Sumber: Associated Press/Penerjemah: Fika/Text Editor: Fika/VO: Maya/Video Editor: Fajar | =========================== Original Source : Associated Press (AP) Associated Press (AP) in Indonesia :
The Associated Press is the backbone of the world's information system serving thousands of daily newspaper, radio, television and online customers with coverage in all media and news in all formats. It is the largest and oldest news organization in the world, serving as a source of news, photos, graphics, audio and video. The Associated Press provides the world’s most reliable, prompt, and accurate breaking video news, sports, and entertainment content to over 500 broadcast newsrooms, portals, Web, broadband and mobile customers worldwide.
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...