| Balik Jakarta, Mampir Dulu ke Sate Klatak khas Bantul |
| Senin, 06 Oktober 2008, 17.10 WIB | |||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Berwisata kuliner di Yogyakarta, tak lengkap rasanya jika tak mencicipi sate klatak, di pasar Jejeran, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Sate yang dihidangkan hanya dengan dibakar dan dibumbui garam ini, justru memunculkan cita rasa daging kambing yang khas. Dan sebagai pelengkap penyedap, ada tambahan irisan kol, tomat, atau mentimun. Disebut sate klatak, karena memang jenis masakan ini hanya mengandalkan cita rasa dagingnya. Dan justru inilah yang selalu bikin pelanggan ingin kembali untuk menikmati. Selain suasananya yang khas, yang hanya buka pada malam hari dari jam 19 hingga jam 24 atau jam satu dini hari, pelanggan juga bisa duduk-duduk santai berjam-jam. Dari segi harga, sate klatak Jejeran termasuk cukup tinggi. Satu porsi yang hanya terdiri dua tusuk, penikmat harus membayar Rp 10.000,-. Satu setengah porsi Rp 15.000,-, dan porsi jumbo Rp 20 .000,-. Menurut M Sabari, sang pemilik warung, kenapa harga sate ini terbilang tinggi, karena irisan daging sate klatak besar-besar, dan hanya menggunakan daging-daging terbaik. Dalam semalam warungnya bisa menghabiskan sekitar 25 kg daging, dengan 10 kg beras. Saat ini Sabari merupakan generasi ketiga yang berjualan sate klatak. Sebelumnya, ayahnya Wakidi, juga berjualan di sini. Wakidi meneruskan usaha ayahnya yang bernama Ambyah. Dan kakek Ambyah inilah yang membuka usaha ini pada tahun 1946. Dulu, di lokasi ini Kakek Ambyah berjualan sate di bawah pohon waru. Kini, tempat ini telah berubah menjadi sebuah pasar. Tim Kompas TV
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...