| Inspirator; Dari Besi Bekas Sarkawi Hasilkan Jutaan Rupiah |
| Senin, 21 Desember 2009, 10.10 WIB | |||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Di era perindustrian modern dengan peralatan mesin yang serba canggih seperti sekarang ini, tidak menyurutkan ayunan tangan para pengrajin pendai besi di Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Pengrajin pandai besi ini, tetap menekuni pekerjaan membuat beragam alat dapur dan alat pertanian.Seperti yang digeluti oleh Sarkawi ini. Pengrajin pandai besi yang mewarisi ketrampilan dari ayahnya ini, telah 20 tahun menekuni pembuatan aneka peralatan dapur dan pertanian. Misalnya, pisau aneka ukuran, celurit dan mata cangkul serta mata bajak penggembur tanah lahan pertanian. Saban hari, Sarkawi bersama tiga orang saudaranya plus dua orang menantunya tampak setia menempa besi bekas yang dibelinya dari pasar loak di Surabaya. Besi bekas yang paling dicari adalah besi bekas rel kereta api dan sock beker truk. Meski bekas pakai, namun besi itu masih bercampur baja. Jadi lebih kuat dan tahan lama jika dijadikan bahan baku pembuatan aneka pisau dapur dan alat pertanian. Dalam sehari, Sarkawi mampu memproduksi 5 hingga 10 pisau dan celurit. Harga pisau buatan Sarkawi bergantung pada ukurannya. Pisau kecil dilepas seharga Rp 20.000,- pisau sedang Rp 30.000,- dan pisau besar pengiris daging sapi dilepas seharga Rp 50.000,-. Begitu pula dengan harga celurit dilepas dalam kisaran harga Rp 25.000,- sampai Rp 50.000,-. Data di Kantor Dinas Perindustrian Pamekasan, tercatat 12 pande besi yang aktif. Salah satunya adalah Sarkawi. Malahan, Sarkawi telah mempersiapkan dua orang menantunya untuk meneruskan usaha pande besi tradisional ini agar terus hidup dan menghidupi keluarganya. | Rep/Kam: Arif Purbadi-Madura | VO: Riana | Editor Video: Ita |
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...