Napak Tilas Rumah Kelahiran WR Supratman
Jumat, 03 Juli 2009, 11.45 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Tak banyak yang tahu bahwa pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya ternyata lahir di sebuah desa terpencil di wilayah Kabupaten Purworejo. Beberapa tahun sebelumnya, tempat dan tanggal lahir WR Supratman pernah menjadi kontroversi karena beberapa dokumen kelahiran WR Supratman menyebutkan bahwa WR Supratman lahir di Jatinegara. Tetapi berdasarkan penelitian sejumlah pakar sejarah Purworejo, pada 29 Maret 2007 PN Purworejo menetapkan bahwa WR Supratman lahir di Desa Somongari, Kaligesing, Purworejo.

Untuk melacak kebenaran sejarah Kompas TV melakukan napak tilas dengan mengunjungi Rumah Kelahiran WR Supratman di Dusun Ereng Trembelang, Desa Somangari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Perjalanan menuju lokasi tersebut relatif sulit karena harus ditempuh dengan kendaraan roda dua melewati jalan yang berliku dan sesekali menanjak.

Sesampai di gerbang desa, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sampai ke lokasi . Rumah petilasan itu sekarang dijaga oleh Sriyadi yang sehari-hari bekerja sebagai petani nira.

Dalam rumah itu kita bisa menyaksikan beberapa dokumen serta uraian sejarah kelahiran Supratman, termasuk silsilah keturunan Supratman. Dari beberapa dokumen yang kita baca di rumah tersebut dapat kita ketahi bahwa Supratman ternyata tidak menikah sampai akhir hayatnya. Karena itu rumah ini biasanya menjadi objek sejarah para pelajar di Purworejo sekitarnya. Biasanya, petilasan ini ramai dikunjungi pada saat hari libur atau bulan Agustus.

Sriyadi (60) mengungkapkan bahwa sebelum dibeli oleh Pemkab Purworejo, petilasan WR Supratman merupakan tanah warisan keluarga istrinya. Sebelum direhap rumah kelahiran Supratman merupakan rumah bambu yang beratap daun tebu. Tetapi oleh Pemeritah Kabupaten Purworejo, rumah tersebut diubah mejadi rumah kayu. Bahkan salah satu sudut rumah yang diyakini sebagai tempat "ari-ari", yang semula hanya dipasangi "kendhil" sudah dibangun cungkup (rumah kecil).

Supratman merupakan anak dari seoran g tentara bernama Senen, sersan di Batalyon VIII. Tahun 1914, Soepratman ikut salah satu saudara perempuannya yang bernama Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh kakak iparnya yang bernama Willem van Eldik yang juga merupakan guru musiknya.

Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Merasa tertantang, Soepratman kemudian menggubah lagu kebangsaan dan tahun 1924 lahirlah "Indonesia Raya". Namum lagu tersebut baru dikumandangkan pada saat penutupan Kongres Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Video Kiriman : Matayogya
Video Editor: Navis


Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 

Powered By PageCache