Industri Garmen Indonesia: Unggul Namun Terancam
Kamis, 02 Juli 2009, 22.19 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Secara umum industri garmen Indonesia masuk dalam kategori unggul dan mampu bersaing, hal tersebut terbukti dari tumbuhnya industri garmen Indonesia di tengah lesunya pasar garmen dunia dan turunnya pertumbuhan industri garmen pada umumnya. Indonesia mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,5%. Hal itu dikemukakan oleh Ferry Dzulkifli, Regional Manager Senada, dalam sebuah acara di Jakarta, baru-baru ini. Senada merupakan sebuah proyek dari USAID untuk peningkatan daya saing industri di Indonesia.

Namun sayangnya, kesadaran dari berbagai perusahaan garmen di Indonesia akan upaya pemasaran dan promosi sangatlah rendah. Selama ini produsen garmen Indonesia dinilai cenderung menggunakan metode "tunggu bola". Karena kualitas dan murahnya harga produk garmen Indonesia, para Buyers (perusahaan pembeli) pun berminat datang ke Indonesia untuk menawar dan membeli produk garmen partai besar. Namun saat ini posisi Indonesia bisa terancam, karena tren yang ada mengarah kepada metode "jemput bola". Para Buyers saat ini cenderung menunggu penawaran dari para produsen garmen.
 
Oleh karena itu perlu penyadaran kepada para produsen untuk lebih giat berpromosi. Apalagi industri garmen di beberapa negara tetangga seperti Vietnam, Kamboja dan Bangladesh tengah menggeliat dan berportensi menjadi pesaing berat Indonesia.

| Rep/Kam: Dhika/Penulis: Dhika | VO: Maya, Derly | Editor video: Ganda |

Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.