Inilah Masalah Dalam Debat Capres Dan Cawapres
Kamis, 02 Juli 2009, 11.27 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Pengamat ekonomi Aviliani mengungkapkan bahwa permasalahan debat capres dan cawapres  selalu sama. Yakni, capres dan cawapres tersebut selalu berbicara tentang keunggulan dirinya, sehingga lupa tentang konsep masa depan yang lebih efektif.

Persoalan lain adalah waktu debat yang sangat minim dan selalu dibatasi. Bahkan acapkali suasana debat yang cukup memanas harus terpotong dengan adanya iklan tv. Menurut Aviliani di Jakarta, Rabu siang menyatakan, dengan banyaknya iklan saat berlangsungnya debat capres maupun cawapres sebenarnya menganggu kosentrasi pemirsa ataupun masyarakat yang menyaksikan acara debat kandidat tersebut.

Seharusnya, dalam debat tersebut KPU dapat menganggarkan dana dari APBN guna memperlancar proses debat kandidat, dan tidak hanya tergantung pada media televisi. Pengamat marketing politik Firmanzah menyatakan seharusnya dalam debat tersebut ditampilkan perbedaan masing-masing kandidat dan solusi bagi bangsa. Ia menilai dalam debat kandidat sebelumnya hanya sekedar amunisi atau pemanasan saja.  Bahkan diakui Firmanzah debat tim sukses kandidat lebih seru.

| Reporter: Kamerawan Penulis:Alam | Editor Video:Dinda / Vo : Maya, Yosie |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
missy.trisilawan@gmail.com
missy (203.161.30.xxx) 2009-07-03 08:26:36

debat capres dan cawapres yang diadakan KPU dengan sponsor iklan, dan waktu penjelasan yang dibatasi terlalu singkat untuk masing2 calon menyebabkan setiap calon terpaksa bicara normatif, perlu di sayangkan komentar2 dari para pengamat yang menilai seolah2 para capres kurang bisa memaparkan programnya. jelas masalah kenegaraan yang begitu komplek tentu gak bisa di jelaskan dalam waktu dua menit, ditambah harus memberi solusi kalaupun ada yang memberikan solusi dianggap hanya janji dan tidak realistis. Jadi yang tidak realistis menurut saya justru para pengamat, yang merasa dirinya pakar. Seorang presiden yang terpenting adalah niat dan goodwillnya dalam seatu permasalahan.
Budiones (79.102.158.xxx) 2009-07-02 16:48:38

Walaupun sudah lewat, mestinya debat tersebut harus cukup waktu supaya rakyat tahu persis apa yg dipikirkan para calon. Dananya disiapkan untuk itu.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.