Pengamat ekonomi Aviliani mengungkapkan bahwa permasalahan debat capres dan cawapres selalu sama. Yakni, capres dan cawapres tersebut selalu berbicara tentang keunggulan dirinya, sehingga lupa tentang konsep masa depan yang lebih efektif.
Persoalan lain adalah waktu debat yang sangat minim dan selalu dibatasi. Bahkan acapkali suasana debat yang cukup memanas harus terpotong dengan adanya iklan tv. Menurut Aviliani di Jakarta, Rabu siang menyatakan, dengan banyaknya iklan saat berlangsungnya debat capres maupun cawapres sebenarnya menganggu kosentrasi pemirsa ataupun masyarakat yang menyaksikan acara debat kandidat tersebut.
Seharusnya, dalam debat tersebut KPU dapat menganggarkan dana dari APBN guna memperlancar proses debat kandidat, dan tidak hanya tergantung pada media televisi. Pengamat marketing politik Firmanzah menyatakan seharusnya dalam debat tersebut ditampilkan perbedaan masing-masing kandidat dan solusi bagi bangsa. Ia menilai dalam debat kandidat sebelumnya hanya sekedar amunisi atau pemanasan saja. Bahkan diakui Firmanzah debat tim sukses kandidat lebih seru.
debat capres dan cawapres yang diadakan KPU dengan sponsor iklan, dan waktu penjelasan yang dibatasi terlalu singkat untuk masing2 calon menyebabkan setiap calon terpaksa bicara normatif, perlu di sayangkan komentar2 dari para pengamat yang menilai seolah2 para capres kurang bisa memaparkan programnya. jelas masalah kenegaraan yang begitu komplek tentu gak bisa di jelaskan dalam waktu dua menit, ditambah harus memberi solusi kalaupun ada yang memberikan solusi dianggap hanya janji dan tidak realistis. Jadi yang tidak realistis menurut saya justru para pengamat, yang merasa dirinya pakar. Seorang presiden yang terpenting adalah niat dan goodwillnya dalam seatu permasalahan.
Budiones (79.102.158.xxx) 2009-07-02 16:48:38
Walaupun sudah lewat, mestinya debat tersebut harus cukup waktu supaya rakyat tahu persis apa yg dipikirkan para calon. Dananya disiapkan untuk itu.
Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...