Wartawan Tuntut SBY-Boediono Minta Maaf
Sabtu, 27 Juni 2009, 15.25 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Poros Wartawan Jakarta (PWJ) dan gabungan wartawan dari berbagai media menggelar aksi protes di depan Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Sabtu (27/6).

Aksi ini digelar terkait tindakan pemukulan kader Partai Demokrat, Rudolf, kepada seorang wartawati Harian Sinar Harapan, Odeodata Julia Hermina, saat meliput kampanye cawapres Boediono di Papua, Jumat (26/6) kemarin.

Aksi dimulai sekitar pukul 11.40 WIB. Para wartawan membentangkan spanduk dan poster bertuliskan; " Penindasan pada Wartawan adalah awal dari penindasan pada rakyat", "SBY jangan diam saja", serta "Partai Demokrat jangan lari dari tanggung jawab".

Dalam aksi ini, gabungan wartawan menyerukan agar Partai Demokrat bertanggung jawab atas insiden pemukulan wartawan tersebut. Wartawan membakar bendera Partai Demokrat dan kaos bergambar SBY-Boediono sebagai aksi protes.

Poros Wartawan Jakarta juga menuntut Ketua DPP Partai Demokrat Hadi Utomo dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono agar menindak tegas kader Demokrat yang melakukan pemukulan sesuai dengan hukum yang berlaku.

|Rep/Kam:Budhi |Penulis:Santoso |VO:Maya |Editor Video:Dinda |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Ian (120.163.92.xxx) 2009-07-03 19:23:14

Kenapa ga coba melaporkan terkait dengan penegak hukum aja? tindakan kalian belum tentu benar! jangan mentang2 wartawan trus se-enaknya saja meliput berita dan cari sensasi. bagi saya wartawan bukan perwakilan rakyat karena kalian sendiri sering melakukan kesalahan.
Budiones (79.102.158.xxx) 2009-07-02 16:33:03

Kadang-kadang wartawan yang sering bikin masalah.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.