Jika Perang, SBY Siap Digaris Depan
Rabu, 24 Juni 2009, 07.34 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan siap digaris depan bila akhirnya Indonesia perang dengan Malaysia karena sengketa perairan Ambalat. Sebagai presiden, SBY tidak rela untuk melepas satu jengkal pun tanah Indonesia kepada negara lain. Pulau Sipadan dan Ligitan yang sudah terlanjur menjadi milik Malaysia SBY menilai karena sengketa tersebut diselesaikan oleh Mahkamah Internasional. Pernyataan ini disampaikan SBY saat membuka Rapimnas Pemuda Panca Marga di Jakarta, Selasa siang.

Meskipun siap untuk berada di garis depan jika benar-benar terjadi perang, SBY mengingatkan agar semua pihak berpikir rasional. Masih banyak cara lain untuk menyelesaikan sengketa dengan Malaysia selain dengan perang. Perang menurut SBY bukan hanya akan memakan korban, tapi juga anggaran negara yang tidak sedikit.

SBY tetap mengambil keputusan untuk menyelesaikan sengketa Ambalat melalui jalan perundingan dengan Malaysia. Dalam perundingan tersebut, pemerintah akan tetap memegang prinsip bahwa kedaulatan adalah harga mati. SBY menekankan bahwa yang terpinting adalah tidak ada wilayah yang lepas dari Indonesia.

Reporter/Kamerawan/Penulis : Budhi/ Vo: Maya, Derly/ Editor:Fajar
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
karyawati
HaeR (61.247.6.xxx) 2009-06-30 09:52:06

Pemerintah harus bersikap tegas u/ mempertahankan kedaulatan NKRI. kalaupun peperangan harus ditempuh sebagai jalan terakhir, kenapa tidak....
Maya
Maya (88.65.141.xxx) 2009-06-28 15:11:56

kapiten perahu biasanya meninggalkan kapal yg tenggelam baru yg paling akhir....
Draiver
Sudirman (203.130.207.xxx) 2009-06-24 14:17:02

Perang adalah jalan terkahir apabila perundingan tidak berhasil.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.