UNESCO: Batik Warisan Budaya Indonesia
Rabu, 30 September 2009, 17.34 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Ingin tahu berita terbaru NASIONAL lewat HP Anda? Ketik REG spasi NASIONAL kirim ke 9545 !

Walaupun Malaysia telah mematenkan batik, keberadaan batik Indonesia tetap tak terhalangi masuk nominasi Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda untuk Kemanusiaan UNESCO (Representative List of Intangible Cultural Heritage-Unesco).

Melihat dampak positif dari pengakuan UNESCO terhadap dua kebudayaan Indonesia; Wayang (2003) dan Keris (2005), maka Menko Kesra Aburizal Bakrie bersama Menbudpar Jero Wacik menominasikan batik Indonesia sebagai warisan budaya bangsa.

Sekretariat Warisan Budaya Takbenda UNESCO menyebutkan bahwa berkas nominasi Batik Indonesia telah lengkap dan selanjutnya menunggu hasil evaluasi Subsidiary Body yang bertemu dalam sidang tertutup di Paris pada 11-15 Mei 2009.

Draf keputusan dari hasil sidang ini akan dibahas pada sidang ke-4 Intergovernmental Committee (IGC)-UNESCO yang akan dilaksanakan di Abu Dhabi tanggal 28 September sampai dengan 2 Oktober 2009.

Menurut rencana Subsidiary Body yang beranggotakan 6 negara; Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Kenya, Turki, Mexico, dan Estonia, akan mengumumkan hasil evaluasi kepada Indonesia.

Pada 2 Oktober 2009, UNESCO secara resmi mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia. Pengukuhan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada pukul 20.00 WIB, dan Presiden SBY akan mendeklarasikannya secara resmi pada pukul 21.00 WIB.

Jumat (2/10), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau agar seluruh masyarakat Indonesia mengenakan batik sebagai bentuk rasa syukur atas pengakuan UNESCO serta dunia terhadap batik adalah secara resmi warisan budaya bangsa Indonesia ini.

Secara empirik dan faktual, batik telah terbukti menjadi salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang sah. Memang sepatutnya, batik Indonesia harus dilindungi, dihidupkan dan dikembangkan kembali untuk generasi masa kini dan mendatang secara berkesinambungan.

Rep/Kam: Ade | VO:Riana | Editor Video:Ardie |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
produk-produk indonesia
indonesianawati (125.161.187.xxx) 2009-10-05 16:12:52

produk-produk indonesia, bukan hanya batik aja, tapi banyak hasil karya nenek moyang kita yang kita sia-siakan, mungkin tunggu negara lain mengclaim atau mencuri terang-terangan baru kita mencak-mencak dan mintak dipateni organisasi dunia, betul saudara-saudaraku? generasi muda(termasuk saya kali ya) suka males dan mau muntah kalau disuruh nonton wayang, ludruk, tari-tarian tradisional, atau mempertahankan permainan-permainan di masa lalu yang banyak mengandung makna kerjasama, tolong menolong, kerja team work. wahai saudaraku setanah dan seair, bukan cuma batik sekarang yang kita jaga, semua yang ada di bumi indonesia ini harus kita jaga juga choiii...jangan biarkan orang luar atau bangsa sendiri membawa kabur warisan nenek moyang seperti prasasti, patung, dll, keluar negeri dan jangan biarkan juga kado yang diberikan TUHAN YANG MAHA PENGASIH kepada bangsa indonesia berupa tanah dan air beserta isi2nya baik minyak, batu bara, gas, emas, timah berpindah tangan ke negara lain, mereka y...
omdok
indonesianawati (125.161.187.xxx) 2009-10-05 16:03:17

kalo cuma omdok(omong doang) kalo batik itu punya kita sih percuma cing...makanya malaysia juga bisa ngomong kalau batik punya malaysia, makanya saudara-saudaraku setanah dan seair, jangan cuma panas hati aja kalo barang kita dicolong orang, sebelum dicolong dihargai dan dirawat dong, supaya ketauan kalo batik itu punya kita, caranya ya...pakai batik dan jangan cuma batik jawa aja,soale kita kan punya bermacam2 kain tradisional, misalnya jumputan palembang, kain tenun timor, dll..., mungkin himbauan bagi pemerintah daerah untuk masing2 melestarikan warisan budaya daerah masing2 dengan menggunakan kain tradisional setempat tiap hari jumat atau dijadikan seragam jadi kalo turis lokal dan interlokal dateng ke suatu daerah mereka bisa melihat perbedaan dan keanekaragama tekstil indonesia, maka dari itu, cintailah produk-produk indonesia, MERDEKA.........!!!!!!
Indonesian mindset (sambungan)
Nurbaini McKosky (97.81.28.xxx) 2009-09-30 17:14:33

Pemerintahharus memberikan kepercayaan, trust, pada masyarakat. Ttp dg bimbingan khusus. Mungkin perlu leader yg bepengalaman dan training2 khusus utk industry itu. Kita Indonesia mungkin telah banyak punya tenaga ahli, golongan atas (Ph.D & Master degrees), tp kita kekurangan tenaga menengah dan bawah. Bgmn kita akan mencakar langit kalau fondasi keropos?! Pendidikan keahlian/khusus, training, perlu dimasyarakatkan memperkuat. Sebelum penempatan tenaga kerja, yang bersangkutan perlu di tatar & di trained sesuai dg bidang nya.
Indonesia Mindset (Sambungan)
Nurbaini McKosky (97.81.28.xxx) 2009-09-30 17:02:52

Sehubungan dg batik export, disamping quality, quantity adalah kunci utama. Keduanya harus consistant, utk konsistennya suatu ekport. Jelas hal ini tdk bisa tergantung pada home industry saja. Membantu mereka dg modal, memperbesar indutri mereka berarti menciptakan kerja bagi masyarakat income rendah. Trust, kepercayaan, perlu diberikan pada mereka seiring Bimbingan (bersambung)
Btik Indonesia (sambungan)
Nurbaini McKosky (97.81.28.xxx) 2009-09-29 15:24:30

Kalau Malaysia telah punya hak Paten Batik Malaysia, tidak berarti Malaysia mempunya wewenang dan hak penuh terhadap batik in general. Mereka berhak penuh utk batik Malaysia, tapi tidak bisa berwenang dan tidak berhak mendominiasi batik lainnya, termasuk batik Indoensia; atau mengatakan bahwa batik Indonesia adlaah batik mereka. Siapa bilang Inonesia tidak bisa mematenkan batik kita sbg batik Indonesia? Siapapun punya hak utk mematenkan product invention asli nya. Silahkan bangsa kita Indonesia mematenkan batik Indoensia kita, seperti mematenkan Batik Solo, Danar Hadi, Pekalongan, batik Keris, .. dan lain, sepanjang mana masing2 nya itu punya keaslian sendiri-sendiri.
Terlepas dari hal batik, hak paten juga sama untuk makanan. Kalau Malaysia telah mematenkan pula rendang nya sbg Rendang Malaysia tdk berarti kita Indonesiatidak punya hak utk mematenkan rendang kita. Kita berhak mematenkan Rendang Padang, yang punya khas dan rahasia tersendiri yang tak dipunyai bangsa lain. Kita tidak ...
Indonesian mindset
Nurbaini McKosky (97.81.28.xxx) 2009-09-29 15:18:45

Telah masanya masing2 kita merobah mindset, attitude, atau cara berfikir demi meningkatkan kesejahtreaan masyaralat Indonesia in general. Jangan menyerah dulu sebelum berjuang. Be positive! Exporting batik dan produk Indonesia lainnya level international adalah potensi tinggi dlm meningkatakan ekonomi rakyat. Berangkat dari home industri batik, berarti negara meningkatkan ekonomi masyarakat rendah. Tetapi TIDAK MENDOMINASI dg membuat industry raksasa shg usaha rakyat kecil jadi mati & teggelam. Kalau Vietnam tlh berada sbg expoter di level international, kenapa kita tidak? Akan tertinggalkan pula kita dari Vietnam?
pengalaman berbatik
gentong (202.138.226.xxx) 2009-09-29 08:19:53

saat bertugas di taiwan, ketika sedang berjalan-jalan di suatu mal bersama beberapa teman, saya dipanggil oleh petugas keamanan di mal tersebut. ternyata saya dikira seorang TKI yang sedang "membolos" pada jam kerja, karena saat itu saya menggunakan batik yang identik dengan Indonesia, dimana kebanyakan para TKI disana adalah orang Indonesia. Baru setelah dijelaskan oleh seorang teman dari Indonesia yang kebetulan sedang studi di sana barulah petugas tsb mempersilakan kami melanjutkan perjalanan.
Batik Indonesia
Nurbaini McKosky (97.81.28.xxx) 2009-09-28 02:01:39

Proud of panggilan President SBY dlm menggalakkan batik Indoensia. Mendukung penuh dlm memppopulerkan batik pada 2 October, bahkan kapan saja dan dimana saja. Batik memang telah budaya Asia in general semejak zaman dahulu kala. Telah populer di market international berbagai macam batik, termasuk batik India, Indoneisa, serta batik2an lainnya dari berbagai negara di Asia. Kalau Malaysia telah punya hak paten batik nya sebagai batik Malaysia, tidak berarti kita Indonesia tidak bisa mematenkan batik kita sbg Batik Indonesia. Batik kita Indonesia mempunyai chiri dan pengertian khas yg authentik. Corak dan ragam, design dan colornya memberikan makna tersendiri yg sehubungan nya dg culture dan sejarah Indonesia. Kalau Malaysia telah mematenkan batik Malaysia, tidak berarti Malaysia mempunya wewenang dan hak penuh terhadapa batik in general. Mereka berhak penuh utk batik Malaysia, tapi tidak bisa berwenang dan mendominasi batik lainnya. Mereka tidak ada hak mengatakan batik Indonesia juga t...
epha (125.163.205.xxx) 2009-07-03 21:21:03

pada prakteknya mempertahankan budaya ga bisa cuma dilakukan dengan mematenkan batik di pasarang internasional doangkk pakkk.......di Indonesia sendiri orang ga bisa menjadikan itu sebagai lahan pendapatan...........masak orang cari pendapatan musti ke luar negeri dulu?????/keburu bangkrut pakkkkkkkk...mau pinjem usaha buat modal????????utang negara aja nambah 1700 M,,,,masa rakyat harus ikut2an ngutang juga.........negara kita ne mau jadi negara yang mau bikin budaya baru lagi kayaknya...,budaya ngutang hahahhhhahahaha
bulsittttttttttttt
epha (125.163.205.xxx) 2009-07-03 21:16:45

buat apa pemerintah melakukan semua itu, kalo budaya itu ga bertahan di dalam negeri...????cuma buat ikut2an dapat penghargaan doang???????????????????????????

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 

Powered By PageCache