Pembajakan Software di Indonesia Semakin Berkurang
Jumat, 19 Juni 2009, 09.43 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Pembajakan musik, film dan perangkat lunak memang masih marak terjadi di Indonesia. Kualitas produk bajakan yang hampir setara dengan produk asli dan harga yang relatif miring atau jauh lebih murah, masih menjadi alasan utama bagi para konsumen, untuk memilih produk bajakan ketimbang produk asli. Namun menurut data terakhir, Indonesia mengalami penurunan dari segi volume pembajakan perangkat lunak (Software).

Indonesia saat ini menduduki ranking ke-12 sebagai negara dengan pembajakan perangkat lunak terbesar, sedikit lebih baik dari tahun lalu dimana Indonesia menduduki ranking ke-8. Hal tersebut dikemukakan oleh Tony Seno Hartono, Pakat IT dalam acara penyerahan sertifikat piagam HKI, di Jakarta, Kamis (18/6).

Tony juga menambahkan jika volume pembajakan perangkat lunak bisa dikurangi lagi hingga 10%, pada tahun 2011, akan tercipta ribuan lapangan pekerjaan baru. peningkatan pendapatan negara akan bertambah sebesar 1,8 miliar US Dollar, dan pendapatan pajak akan bertambah sebesar 88 juta US Dollar.

Maka dari itu menurut Tony, perlu ditumbuhkan kesadaran bersama untuk menghormati hak cipta dan hak atas kekayaan intelektual di Indonesia, dan hukum mengenai masalah tersebut harus semakin ditegakkan oleh aparat berwenang serta masyarakat.

| Rep/Kam:Dhika | Penulis:Dhika | VO:Maya | Editor Video:Teddy |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.