Potret Kampanye Pilpres di Madura Jauh dari Kesan Meriah
Rabu, 17 Juni 2009, 15.48 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres), tampak tidak bergairah. Suasana ini tampak bertolak belakang dengan kampanye anggota legislatif yang baru lalu. Tidak banyak atribut yang dipasang oleh Tim Pemenangan Pilpres. Suasana sepi itu, tampak lekat di empat kota di Pulau Madura, seperti kota Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan.

Bahkan, di kota Pamekasan, hanya terdapat lima lembar baliho bergambar pasangan capres-cawapres. Itupun hanya gambar dua pasangan capres. Yakni, baliho bergambar capres-cawapres Sby-Boediono dan pasangan capres Megawati-Prabowo. Sedangkan gambar pasangan capres Jk-Wiranto tidak tampak menghiasi pinggir jalan protokol di kota Pamekasan.

Meski di tepi jalan protokol sepi baliho bergambar pasangan capres, namun stiker berukuran jumbo bergambar pasangan capres Sby-Boediono tampak memeriahkan kaca belakang sejumlah Mobil Penumpang Umum (MPU).

Afandi, salah seorang sopir MPU jurusan Pamekasan – Bangkalan, mengatakan, saat memasang stiker jumbo pasangan capres Sby-Boediono, dirinya dijanjikan mendapat bayaran Rp 60 ribu.

Sayangnya, setelah stiker jumbo terpasang rapi di kaca belakang MPU, Afandi hanya dibayar Rp 30 ribu. Afandi tidak protes kepada tim kampanye Sby-Boediono. Sebaliknya, Afandi acuh tak acuh atas bayaran yang diterimanya. Menurut Afandi, stiker jumbo bergambar Sby-Boediono itu akan dilepas kembali setelah kampanye pilpres usai.

Reporter/Kamerawan/Penulis : Arif Purbadi/ Vo: Riana, Henri/ Editor:Ardie
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.