Pihak Rektorat Universitas Indonesia , Selasa (16/6), membubarkan penyelengaraan seminar pendidikan yang sedianya dihadiri Cawapres Prabowo Subianto di Aula Sabha Widya kampus UI, Depok. Pihak rektorat tidak mengijinkan acara tersebut karena dilakukan di wilayah Kampus dan isi acara penandatangan kontrak politik antara pasangan Mega-Prabowo dengan BEM Se-Indonesia.
Pembubaran acara seminar oleh pihak UI ini diakui Koordinator acara La Ode Karsib yang mengaku kecewa lantaran pembubaran itu dilakukan secara mendadak. Padahal pihaknya telah mengurus persolalan ijin dan membayar uang sewa. Akibat larangan itu pihak panitia terpaksa memindahkan kegiatan yang belum sempat dihadiri Prabowo itu ke Aula Pesona Khayangan, Depok.
Dalam seminar yang dihadiri sejumlah perwakilan BEM se-Indonesia tersebut, selain tanya jawab dengan para mahasiswa, Prabowo sendiri diminta menandatangai kontrak politik. Adai 7 tuntutan mahasiswa dalam kotrak politik tersebut diantaranya menghapus UU BHP, pengadaan asuransi dan beasiswa bagi mahasiwa serta menjamin tersedianya buku murah dan sarana laptop bagi mahasiswa dan dosen.
saya setuju dengan pembatalan yang dilakukan rektorat ui merupakan langkah yang tepat apabila seminar ini jadi akan menguntungkan salah satu tokoh, sedangkan cawpres hanya mengumbar janji. mahasiswa adalah orang yang dianggap berpengaruh terhadap kehidupan bangsa. disisi lain saya juga mendukung uu BHP tetap ada tapi caranya tidak seperti ini.....
Anonymous (125.164.138.xxx) 2009-07-09 12:55:39
civitas UI seharusnya sekumpulan anak pintar yg bijak..
bagaimana bisa antara rektorat dan bem tdk trjadi kesepakatan saat acara akan terselenggara..
mahasiswa itu netral!!
apa yang sebenarnya keuntungan yg dicari dari kontrak politik oleh mahasiswa..
toh..prabowo kalah..
kontrak politik... hmmm....
Stephen Orlando (118.136.240.xxx) 2009-06-23 16:01:51
Kontrak politik dalma bidang pendidikan ini apa memang bisa dilakukan?
Apalagi dalam hal penghapusan UU BHP yang umurnya bisa dibilang belum cukup lama...
Mahasiswa
waluh (117.102.95.xxx) 2009-06-18 11:44:12
Wah mahasiswa, kog gampang banget mau diiming-imingi oleh angin surga. Disamping kampus harus disterilkan dari kegiatan politik praktis, mahasiswa seyogyanya memikirkan ulang tentang rencana kontrak politik itu. Masalahnya adalah tidak semudah yang dipikirkan untuk menghapus UU BHP yang telah diundangkan. Dan juga dari mana juga anggaran yang dapat diambil untuk bagi-bagi buku murah dan laptop gratis. Ingat bahwa peran eksekutif saat ini, telah dikebiri dan peran sesungguhnya sekarang ada di lembaga legislatif. So, proses itu tak semudah yang dibayangkan, apalagi untuk melakukan perubahan. Dan bilamana tuntutan anda tidak terpenuhi oleh capres dan cawapres yang anda usung, ingat bahwa dia bekerja sebagai prajurit, dan prajurit biasanya bekerja setelah mendapatkan order, sebagaimana alasan beliau dalam kasus=kasus penculikan yang ada selama ini
Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...