JK: Film Background Agama Lebih Diminati !
Rabu, 10 Juni 2009, 16.13 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) mengaku bangga dengan semakin banyaknya film bagus yang dihasilkan oleh sineas Indonesia. Seperti film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) yang mengambil latar belakang / background agama dalam pebuatannya. Sebagaimana diungkapkan JK saat menyaksikan gala premier KCB bersama istri dan anaknya di Jakarta.

Menurut Calon presiden dari Partai Golkar ini, ternyata buku dan film dengan latar belakang agama saat ini lebih diminati daripada yang menonjolkan nuansa pornografi. Selain itu, film-film seperti ini dapat memberikan inspirasi yang baik bagi yang menontonnya.

Kisah "Ketika Cinta Bertasbih" bercerita tentang kisah lika-liku perjalanan seorang mahasiswa Indonesia,  Azzam yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar Kairo-Mesir. Cerita tentang kuliahnya yang harus tertunda selama 9 tahun, dan membuat Azzam berdagang bakso dan tempe di Kairo-Mesir untuk menghidupi dirinya dan keluarganya di Indonesia. Serta kisah cintanya selama menjalani drama kehidupan yang jauh dari tanah air.

Selain JK, dalam pemutaran film perdana KCB tersebut turut dihadiri Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik dan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, serta beberapa artis pendukung KCB.

| Tim Kompas.tv | Penulis: Adi | VO: Riana, Henri | Editor video:  Ucup |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Film berlatar belakang agama
Stephen orlando (118.136.240.xxx) 2009-06-23 16:10:02

Film dengan latar belakang agama lebih diminati dari pada film yang berbau pornografi... Wah ini merupakan suatu kemajuan dalam kalangan masyarakat kita..

TAPI

jangan pernah dilupakan bahwa di Indonesia sendiri terdapat ebrbagai macam agama dan kepercayaan.. Dan kita ketahui juga bahwa agama merupakan suatu hal yang cukup riskan sifatnya, tidak jarang beberapa tahun silam kita dapati pertengkaran, perseteruan berlatar agama menimpa kehidupan bangsa ini...

Jadi bagaimanapun juga diharapkan agar kemajuan perfilman Indonesia yang dapat dikatakan cukup "IN" di bioskop-bioskop tanah air dapat dipertahankan dan dapat lebih menyatukan masyarakat Indonesia yang beraneka ragam ini. Bukan malah menimbulkan rasa iri hati ataupun saling menjelekan satu-sama lain...

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.