Penderita Kanker Paru Meningkat 74%
Minggu, 07 Juni 2009, 14.57 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Masih banyak di antara anggota masyarakat, yang belum yakin akan dampak buruk rokok. Dari data yang didapat, jumlah penderita kanker paru meningkat 74 persen selama 4 tahun terakhir.

Terlihat pada jumlah penderita kanker paru yang dirawat di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur. Mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari 408 tahun 2004 menjadi 709 pada tahun 2008.

Dalam pernyataannya, saat diskusi interaktif "Pengakuan Korban Asap Rokok, Pendapat Ahli dan Pendidikan Kesehatan" di Jakarta, Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia Pusat (PDPI Pusat), Prof. Dr Faisal Yunus menyatakan sembilan dari 10 penderita kanker paru adalah perokok.

Belum lagi penyakit paru obtruktif kronik yang tidak bisa disembuhkan, hanya bisa diperlambat laju penyakitnya dengan berhenti rokok.

Faisal Yunus, yang juga merupakan salah satu staf pengajar di FKUI yang sehari-harinya bekerja di RSUP Persahabatan menambahkan, kecenderungan usia perokok kini menjadi semakin muda, dari rata-rata 19 tahun pada tahun 1995 menjadi 17 tahun di tahun 2004.

Pemerintah berkewajiban melindungi warganya melalui kebijakan peringatan kesehatan berupa gambar pada bungkus rokok.

| Rep/Kam:Ade | Penulis:Dian | VO:Maya | Editor Video:Navis |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.