Tinggalkan IT, KPU Pertimbangkan SMS
Jumat, 05 Juni 2009, 22.14 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempertimbangkan penggunaan pesan pendek atau short message service (SMS) dalam penghitungan elektronik pada Pemilu Presiden mendatang.

Pertimbangan tersebut setelah penghitungan berbasis IT pada pemilihan legislatif lalu tidak berjalan sesuai harapan. Anggota KPU Bidang Logistik, Abdul Aziz, mengaku komisioner telah menerima usulan pengunaan SMS dalam penghitungan elektronik hasil Pilpres.

Menurut Abdul Aziz, usulan tersebut saat ini masih dalam pembahasan lebih lanjut dalam pleno KPU. Sisi legalitas penggunaan SMS, pelaksanaan teknis, serta keamanan penggunaan menjadi fokus perhatian KPU.

Jika hal tersebut disetujui, hasil data penghitungan akan dikirim ke KPU pusat melalui SMS. Langkah ini diharapkan mampu memberikan gambaran kepada masyarakat tentang hasil Pilpres lebih cepat.

Sebelumnya dalam Pileg lalu, KPU membuka pusat tabulasi nasional berbasis IT. Dengan mengandalkan teknologi Intelligent Character Recognition (ICR), penghitungan real count ternyata tidak mampu bekerja maksimal. Sejumlah permasalahan teknis menyebabkan penghitungan ini tidak berjalan maksimal.

|Rep/Kam:Mahfud |Penulis:Effendy |VO:Maya | Editor Video:Navis |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.