| Penderitaan Balita Tersiram Minyak Goreng Panas |
| Selasa, 02 Juni 2009, 21.28 WIB | |||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Sudah sebulan ini, Ferry Falentin (28 bulan), hanya bisa tergolek lemas. Sesekali anak bungsu pasangan Sucipto (32) dan Hendriyana (28) ini, merengek dan menangis. Tak jarang tangisannya makin nyaring. Mungkin Fery kesakitan punggungnya yang melepuh terlalu lama menempel di kasur.Balita yang tinggal di Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur ini, tak bisa bermain seperti dulu lagi. Tubuh balita ini tersiram minyak goreng panas. Musibah ini menimpa Fery ketika sedang bermain dengan Atik (8), kakaknya. Karena asiknya bermain, kakak beradik ini tidak sadar memasuki dapur tempat ibunya memasak. Menurut Sucipto, musibah itu terjadi sebulan yang lalu. Kecelakaan yang menimpa anak bungsunya itu terjadi disaat istrinya sedang menyiapkan masakan untuk acara selametan. Karena sibuk memasak, Hendriyana tak memperhatikan kedua anaknya sedang asik bermain di dapur. Pada saat Hendriyana mengambil air di sumur belakang rumahnya, tiba-tiba terdengar jeritan anaknya. Betapa kagetnya Hendriyana saat melihat Fery tertelungkup ke atas wajan yang penuh minyak goreng panas. Saat ditolong, minyak goreng panas itu meleleh di kepala, dada dan punggung Fery. Begitupula kedua tangan dan sebagian kakinya. Kulit di tubuh Fery langsung melepuh. Bersama tetangganya, Hendriyana secepatnya melarikan Fery ke Puskesmas Larangan. Setelah dirawat selama 8 hari, Fery diusung pulang. Orangtua Fery tak sanggup menanggung biaya pengobatan Fery. Selama 8 hari dirawat di puskesmas, biaya pengobatan Fery mencapai Rp 1,5 juta. Sucipto merasa berat menebus biaya pengobatan anaknya. Lebih baik dibawa pulang dan dirawat di rumah, daripada menanggung hutang. Apalagi, Sucipto hanya buruh tani yang berpenghasilan Rp 15 ribu per hari. Itupun tidak setiap hari Sucipto bekerja. Kini, Sucipto hanya bisa pasrah dan berharap datangnya para dermawan yang sukarela membantu pembiayaan pengobatan Fery. | Rep/ Kam/ Pen: Arif Purbadi – Madura | VO: Maya, Derly | Editor video: Ucup |
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...