| Rujak Bubur Khas Madura |
| Senin, 01 Juni 2009, 10.59 WIB | |||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Rujak adalah biasa dijual di pojok-pojok kampung di sejumlah kota di Madura. Begitupula dengan bubur tim. Lalu bagaimana jika dua menu kuliner itu digabung menjadi menu berbeda. Maka jadilah menu kuliner bernama rujak bubur. Orang Madura menyebutnya dengan Jek-tajin. Jek-tajin menambah keanekaragaman wisata kuliner di Madura.Penganan rujak bubur sebenarnya banyak dijual ketika masuk bulan puasa. Di luar bulan puasa, hanya Liniah (36), satu-satunya pedagang rujak bubur di kota Pamekasan. Wanita yang akrab dipanggil Mbak Lin ini, mulai membuka warungnya tepat pukul 06.00 pagi dan tutup saat memasuki jam empat sore. Mbak Lin yang membuka warung warisan ibunya ini, mulai melayani konsumennya yang hendak berangkat kantor dan pergi ke sekolah. Namun, jam sibuk Mbak Lin terjadi pada saat jam makan siang. Warung kecil yang berlokasi di pojok Jalan Jingga ini sampai tidak muat. Tak heran, jika konsumennya banyak yang memilih membungkus rujak bubur dan dibawa pulang atau balik ke kantornya masing-masing. Menurut Mbak Lin, jika masuk jam makan siang, tak jarang dia melayani 30 bungkus rujak bubur. Pesanan rujak bubur membludak saat jam makan siang, lantaran harganya yang murah. Seporsi rujak bubur lengkap dengan daging cingur, aneka sayur termasuk rumput laut rebus plus kripik singkong, dilepas seharga Rp 4 ribu. Hanya berbelanja duit Rp 4 ribu, perut pun kenyang. Bumbu rujak bubur persis sama dengan bumbu rujak cingur. Petis plus bumbu kacang, ditambah irisan tomat dan cabe. Setelah digerus di cobek besar, seluruh bumbu dan sayuran lalu dituang ke atas sepiring bubur tim. Lantas bagaimana rasanya ? Menurut Habib (28), konsumen yang baru pertama kalinya mencicipi rujak bubur, mengatakan, rasanya dahsyat dan mantap. Bubur beraroma rujak. Saat dikunyah terasa pedas di ujung lidah. Usai makan rujak bubur, wajah Habib tampak berkeringat puas. Reporter/Kamerawan/Penulis : Arif Purbadi – Madura/ Vo: MAya, Henry/ Editor:Fajar
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...