| Demokrasi Cerdas Versi Brigjen Pol .DR. Untung S. Radjab,SH,Drs |
| Minggu, 31 Mei 2009, 14.52 WIB | |||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Elit partai politik (parpol), ternyata belum memahami persis apa makna demokrasi. Misalnya saja, dalam proses kampanye, masih saja diwarnai unsur-unsur anarkisme.Demokrasi cerdas juga masih menjadi persoalan dan pertanyaan yang layak dikemukakan. Hal ini diungkapkan agar Indonesia tidak melulu menjadi negara yang hanya belajar demokrasi.Arti demokrasi cerdas juga dikemukakan oleh Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol .DR. Untung S. Radjab,SH,Drs. Menurutnya masyarakat Indonesia kini sudah bisa menilai arti demokrasi yang cerdas dari pengalaman sebelumnya. Lebih lanjut Brigjen Pol .DR. Untung S. Radjab,SH,Drs menyatakan, Indonesia adalah negara hukum, demokrasi yang bebas mengungkapkan hak asasinya di Indonesia dikontrol oleh hukum.Konsepsi HAM dan demokrasi dalam perkembangannya sangat terkait dengan konsepsi negara hukum. Dalam sebuah negara hukum, sesungguhnya yang memerintah adalah hukum bukan manusia. Keterbukaan dan komunikasi yang sejalan adalah suatu bentuk solusi bagaimana demokrasi itu bisa berjalan dengan baik. Sebagai aparat hukum Polri harus bisa mengikuti jalannya demokrasi di negara ini. Dimana sebuah demokrasi saat ini sangat mengikuti dinamika masyarakat di sebuah negara. Menurutnya, Demokrasi digambarkan sebagai lokomotif yang membawa negara sesuai tujuannya. Sedangkan hukum adalah rel agar lokomotif bisa berjalan dengan baik sampai tempat tujuan. Selain itu, prinsip demokrasi atau kedaulatan rakyat dapat menjamin peran serta masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, sehingga setiap peraturan dan perundang-undangan yang diterapkan dan ditegakkan benar-benar mencerminkan perasaan keadilan masyarakat. Reporter/Kamerawan/Penulis: Cahyo/ Vo: Maya, Henry/ editor: Zulfan
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...