| Upacara Kematian Saur Matua Batak Toba |
| Senin, 01 Juni 2009, 12.32 WIB | |||||||||||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Kematian adalah satu peritiwa penting bagi kebanyakan masyarakat adat di Indonesia, termasuk etnik Batak Toba. Bukan hanya sakral, petistiwa kematian bagi etnik Batak Toba bahkan menempati tingkatan tertinggi dalam tatanan tradisi masyarakatnya, yang dikenal dengan adat Saur Matua.Bagi masyarakat Batak Toba, Adat Saur Matua merupakan ritual adat yang digelar untuk memberi penghormatan terakhir bagi ibu atau ayah mereka yang meninggal dalam usia uzur. Berlangsung selama berhari-hari, pesta adat sari matua diwarnai pemotongan hewan kerbau. Kerbau disembelih sebelum matahari terbit, dan dagingnya digunakan untuk keperluan ritual upacara maupun hidangan pesta. Ritual ini dimulai dengan upacara di jabu atau dalam rumah, disusul ritual di halaman rumah. Sebelum di letakkan di halaman rumah, upacara didahului pemberian ulos tujung kepada istri almarhum oleh hula-hula atau saudara laki-laki dari pihak istri almarhum. Ulos ini menyimbolkan pengkauan resmi tentang status janda istri yang ditinggalkan serta ungkapan belasungkawa. Selanjutnya peti mati dibawa ke halaman rumah. Sang istri yang tampak memendam rasa haru duduk di depan peti, ditemani seluruh keturunan almarhum dan saudara laki- maupun perempuannya. Di halaman rumah, upara berlanjut dengan penyematan ulos kepada seluruh keturunan almarhum sebgai simbol kasih sayang. Selain memberikan ulos Holong, rombongan hula-hula juga membawa tandok berisi beras. Sebagai ucapan terima kasih atas pasu-pasu (berkat) para hula-hula, keluarga alrmarhum memberikan jambar ataupun daging dari kerbau yang disembelih. Mereka juga membagi-bagikan uang kepada seluruh rombongan hula-hula, serta menggelar acara menortor atau tarian Batak yang diring musik gondang. Setelah seluruh rangakaian adat usai, pati mati kemudian di usung ketempat persembahyangan, untuk selanjutnya dikuburkan di sebuah tugu. Di tugu inilah umumnya masyarakat etnik Toba menguburkan anggota keluarga mereka yang telah berpulang lebih dulu. Konon tugu ini menyimbolkan kecintaan dan penghormatan pada leluhur, sekaligus simbol dari kemapanan dan status ekonomi pemiliknya. Hula-hula memiliki peran penting dalam sistem kekerabatan Batak Toba (Dalihan Na Tolu) karena merepresentasikan pemberi berkat, bahkan disetiap ritual adat Batak Toba. , selian pihak Dongan Tubu (kelompok semarga) dan Boru (marga suami dari pihak anak perempuan). Reporter/Kamerawan/Penulis: Anthoni/ Vo: MAya, Henry/ editor:Fajar
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||||||||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...