Tim Mega-Prabowo Balas Tudingan
Selasa, 26 Mei 2009, 21.50 WIB
Get the Flash Player to see this player.

Tim Sukses Mega-Prabowo membalas tudingan kubu SBY-Boediono yang mempertanyakan track record Cawapres Prabowo Subianto dalam membela ekonomi kerakyatan dan dipecatnya Prabowo dari Pangkostrad.

Sekretaris Umum Tim Sukses Mega-Prabowo Fadli Zon menyatakan, track record Prabowo jelas bahwa beliau selaku Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) dan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) selalu peduli terhadap ekonomi kerakyatan. Dan mengenai sistem ekonomi kerakyatan dan neo-liberalisme adalah merupakan pilihan.

Tapi yang pasti menurut Fadli, masyarakat saat ini menginginkan diterapkannya ekonomi kerakyatan. Sebab, sistem ekonomi liberalisme telah gagal. Begitu juga mengenai pernyataan bahwa Prabowo dipecat dari dinas militer ditepis oleh Tim Mega-Prabowo. Menurutnya Prabowo diberhentikan dengan hormat dari TNI. itupun karena keputusan politik.

Ditegaskan Fadli, pernyataan Rizal Mallarangeng merupakan pernyataan yang panik dan kalap. Sehingga logikanya tidak utuh dan tidak rasional dalam membuat pernyataan.

Reporter / kamera : Alam | Editor : Teddy | Voice Over : Maya
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Belum Tentu
Rakyat Prihatin (117.102.95.xxx) 2009-07-17 15:49:08

PRABOWO KAYA RAYA?
Belum tentu kekayaannya dibagi2kan ke rakyat...
Negara tidak butuh orang yang kaya akan materi..negara butuh orang yang kaya akan kebijaksanaan, ketegasan, kejujuran, kerendahan hati sehingga bangsa ini bisa dibangun dg keteguhan hatinya utk rakyat..
kayak djoko candra kali ya ?
al Fahim (114.59.190.xxx) 2009-07-06 17:38:02

kesatria tidak akan pernah melarikan diri dari masalah, selalu siap di negara ini kapanpun dan bagaimanapun... timur tengah itu jauh lo pak ?
Saya melihat dimata prabowo in
Purba (203.130.193.xxx) 2009-06-13 10:29:32

Ya Tuhan berikanlah kesempatan kepada MegaPro untuk membangun umatMu ini jadi lebih baik, karena kami sangat tertipu dengan pilihan yang lalu yang membuat kami sangat menderita dan tersiksa. karena dosa-dosa mereka (pemerintah lalu) makanya kami kena bencana terus.
Maju Terus
Jova (202.146.178.xxx) 2009-06-08 17:09:13

Jangan menyangkutpautkan masalah lalu, kalau mau maju kita harus berfikir positif dan menatap kedepan, menurut saya : kita butuh pemimpin yang "KAYA RAYA" seperti Prabowo anak orang kaya dan sekarang kaya raya, ya... mudah2 kita semua rakyat indonesia jadi kaya, jangan pilih anak "orang miskin atau sederhana" entar kita jadi miskin atau sederhana. sudah terbuktikan kita udah merdeka lebih dari 1/2 abad, kita masih jauh tertinggal dengan negara sebelah...oke.Trims
missy.trisilawam@gmail.com
missy (203.161.30.xxx) 2009-06-01 16:05:43

melihat gebrakan PRABOWO saya jadi ingat khalifah umar bin khotob. selamat berjuang pak Prabowo. jalan terjal menghadang anda tapi yakinlah anda bisa. rakyat bersamamu
Tetap bingung.
DOYOK (125.164.234.xxx) 2009-05-31 20:00:33

Hidup SBY, hidup Prabowo, Hidup Kalla,hidup Megawati,memang semua masih hidup belum mati !Tapi ingat siapapun Presidennya paling2 nasib rakyat tetap seperti ini,...bingung mikirin nyari uang.
MANA BUKTI NYA KALAU PRO RAKYA
ROY (125.164.197.xxx) 2009-05-31 10:57:08

MANA BUKTI NYA KALAU PRO RAKYAT, RAKYAT MANA YANG UDAH TRIMA BANTUAN, MALU DONG...NGAK ADA BUKTI PUBLIKASI DONG DI TV

MANA BUKTI NYA MANA !!!
DESA MANA ??
DAERAH MANA....??
WAH....WAH... OMOMG DOANG, KEBANYAKAN TEORI !!
Ndaru (125.160.105.xxx) 2009-05-31 01:12:24

Sudahlah kita nggak perlu ribut, siapapun presidennya harga pangan akan tetap naik harga bbm juga akan naik, biaya untuk sekolah juga tetep mahal dan makin susah dan naik bus naik KRL tetap berdesakan , jadi siapapun presidenya bodo amat, yang enak tetap aja presiden dan tim suksenya mereka tidak akan mengalami macet, nggak mikir susahnya nyariin sekolah anak, mau nyekolahin tinggal kasih memo beres. jadi prek semuanya
Student
Umar Shahab (68.97.66.xxx) 2009-05-27 21:44:21

Walaupun saya tdk melihat langsung di Tanah Air yg tercinta, saya bisa merasakan. Bila Prabowo ingin memperbaiki Perekonomian rakyat Indonesia mana buktinya ? Kekayaan Prabowo bukan dr hasil keringat sendiri, dia itu anak siapa dan mantan mantu siapa ? pada zaman itu siapa yg berkuasa seperti diktator ? Jadi engga heran dan aneh juga bangga dgn harta yg Prabowo punyai sekarang ini. Jaman sekarang adalah jaman Teckhnologi tinggi bukan jaman adu kekuatan kekuasaan dan kekuatan Otot juga power dalam jabatan. Kenapa Hak Azasi Manusia tdk pernah ditanamkan dan benar-2 dipakai Hukum-2 Hak Azasi Manusia.
Prabowo punya latar belakang yg tdk baik dimsa lalu juga wiranto, begitu juga dgn Megawati yg sudah punya kesempatan sbg Presiden tdk berhasil memimpin Rakyat sbg Jabatan yg tertinggi di Pemerintahan. Kita bersaing boleh dan saling menjatuhkan itu wajar tapi kalau dibarengi dgn bukti-2 yg nyata dan Fakta. Tragedi dimasa lalu tdk pernah akan terlupakan.
Seandainya salah seorang dari Prabowo...
Instropeksi diri
pro boediono (125.165.94.xxx) 2009-05-27 16:19:09

Tolong lakukan instropeksi, Pak JK, Prabowo, and Megawati bisa kaya raya itu karena ekonomi kerakyatan atau neoliberalisme.

Apa mereka kaya karena usaha koperasi, usaha hasil bumi, atau jadi petani ???

Please deh ah!!
pandangan yang berbeda
ellen (203.218.155.xxx) 2009-05-27 11:31:18

Setiap individu punya pandangan yang berbeda.soal rakyat mau pilih yang mana itu juga tak boleh dipaksakan.kalau anda dekat prabowo tentu anda pilih dia dan kalau anda dekat SBY andapun tentu pilih SBY itu lumrah.kalau saya tak dekat siapapun ,dan dari ketiga pasangan menurut saya tak perlu dipilih .kita perlu pemimpin muda yang berkualitas ,kalau orang lama itu pemikirannya pasti sama aja dengan yang sudah-sudah ...bosa..............
sugiono98@yahoo.co.id
onoigus (125.164.119.xxx) 2009-05-27 10:39:48

merdeka maju terus pantang mundur ...hidup prabowo..buktikan janjimu pada rakyat usir penjajah ekonomi dari bumi pertiwi...jadikan pribumi jadi tuan rumah dinegeri sendiri...perkuat juga militer biar tidak jadi mainan negara tetangga

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.