| Dua Gitaris Terbaik Tanah Air Taklukkan BBJ |
| Selasa, 19 Mei 2009, 08.11 WIB | |||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Untuk pertama kalinya dua gitaris jazz papan atas Indonesia bersatu dalam sebuah pagelaran musik di Bentara Budaya Jakarta. Hal itu terjadi pada hari Kamis (14/5). Tohpati Ario Hutomo (Tohpati) gitaris jebolan festival yang telah merilis tiga album solo dan kerap tampil bersama musisi kelas dunia, berkolaborasi dengan I Gede Dewa Budjana, Gitaris grup band Gigi yang sudah sejak tahun 80-an malang melintang bermain musik Jazz di Televisi. Keduanya tampil dalam set duo gitar, tanpa musik pengiring satu pun. Mereka berdua membawakan nomor-nomor dari album solo masing-masing. Uniknya disini, ketika membawakan nomor Tohpati, Dewa Bdjana lah yang bertindak sebagai Lead Guitar, begitu pula sebaliknya. Mulai dari nomor "Kromatik Lagi", "Saka", "Takbir", "Mahabarata", "Lalu Lintas", "Layang-Layang" hingga "Lukisan Pagi" dibawakan secara apik oleh mereka berdua. Mereka berdua mengaku tidak menjalani latihan atau persiapan sama sekali menjelang pentas ini, dan memang terasa bahwa permainan mereka sedikit kurang rapi dan terkonsep, namun begitu, hal seperti itu tidak berpengaruh pada output musik yang dihasilkan. Dengan kepekaan yang tajam dan improvisasi tingkat tinggi dari musisi kelas dunia macam mereka, pagelaran mereka malam itu tetap terasa bertenaga, menghanyutkan dan bernyawa, apalagi mereka sudah biasa berkolaborasi dalam grup "Trisum" yang saat ini beranggotakan mereka berdua dan gitaris Donny Suhendra, setelah ditinggalkan Balawan tersebut. Mereka memberi kejutan dengan membawakan beberapa nomor populer macam "Keroncong Kemayoran", "Kisah Cintaku" milik alm. Chrisye serta "Dan" milik Sheila on 7. Ditangan mereka berdua, ketiga lagu itu terasa lebih harmonis, padat dan jazzy. Terlebih di lagu "Dan", ratusan penonton yang memadati BBJ larut dalam sebuah koor massal yang membahana. Meskipun tanpa persiapan, pagelaran musik di BBJ kali ini begitu hangat dan penuh kejutan. Para penonton terlihat sangat puas menyaksikan pagelaran langka dua begawan gitar Indonesia ini. | Rep/Kam: Dhika/Penulis: Dhika | VO: Maya, Derly | Editor video: Bobby |
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...