Djenar Yang Fenomenal
Senin, 04 Mei 2009, 13.38 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Perempuan eksotik ini membersitkan beberapa hal yang menarik, salah satunya sebuah karya itu refleksi zamannya dan menulis ada desakan untuk menulis yang merupakan cerminan dari ekspresi jiwa.

Djenar Maesa Ayu, satrawan perempuan mutakhir yang tidak pernah ambil pusing dengan berbagai sebutan, seperti yang pernah dilontarkan oleh sastrawan Taufik Ismail sebagai karya-karya sastra generasi tahun 2000 an sebagai "Gerakan Syahwat Merdeka". 

Kritikan tersebut untuk Djenar merupakan cermin ajar untuk melahirkan sisi-sisi kreatifnya yang lebih fenomenal.

Djenar Maesa Ayu lahir di Jakarta, 14 Januari 1973, ibu dari Banyu Bening dan Btari Maharani ini putri dari pasangan sutradara film legendaris Syumandjaya dan pemeran wanita Tutie Kirana, memang luar biasa dan sangat special, pengalaman hidupnya yang tidak menguntungkan, lahir dari keluarga perceraian dan mengalami perceraian dalam perkawinannya namun sangat bersyukur mampu merefleksikan pengalaman hidupnya ke dalam karya-karya sastra yang mampu menyabet berbagai penghargaan.

Cerita pendek yang dibacakan dihadapan para penggemarnya yang memenuhi Teater Salihara oleh Djenar Maesa Ayu berjudul " Air " yang menurut penuturannya, cerita pendek ini terinspirasi dari puisi putrinya Banyu Bening.

| Rep/Kam:Opung |Penulis:Rian |Editor Video:Opung | VO:Maya
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.