(2) Menelusuri Sejarah Tjoa The Hok (Jiwa Sosial yang Abadi)
Sabtu, 02 Mei 2009, 09.12 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Untuk mengembangkan usahanya, The Hok pindah ke Singapura dan menetap di sana. Tjoa The Hok wafat sekitar tahun 1956 dan dimakamkan di Pemakaman Bukit Timah Singapura, yang jarak perjalanan dari pusat kota Singapura sekitar 24 kilometer.

Di masa kejayaannya, Tjoa The Hok dan putranya Thoa Ho Siang, banyak membina hubungan dan memberikan bantuan kepada penduduk seberang kota, seperti di Pelayangan, Olak Kemang, Kota Jambi, dengan membangun tempat sekolah dan rumah sakit.

Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, The Hok juga dikenal sebagai orang yang memiliki sifat sosial yang tinggi. The Hok juga turut membantu para pejuang bangsa Indonesia demi terlepas dari belenggu penjajah Jepang di kala itu, dengan cara memberi bantuan material kepada perjuangan.

Diantaranya makanan dan perlengkapan senjata. The Hok sempat ditawan tentara Jepang, bahkan nyaris dihukum mati, lantaran turut membantu para pejuang bangsa.

Sebagai keturunan The Hok, berkewajiban untuk mengurusi makam leluhur mereka. Maka sebelum makam The Hok dibongkar, keturunannya dari Jakarta, Jambi, Bengkulu, dan Singapura, melakukan ziarah terakhir ke makam leluhur mereka.

Selanjutnya abu hasil rekramasi disemayamkan di Vihara Sakyakirti Jambi. Kini nama The Hok juga dijadikan salah satu nama kelurahan di Kota Jambi, yang sudah cukup dikenal masyarakat Jambi khususnya, dan umumnya di tanah air.

Kini daerah The Hok telah berkembang menjadi kawasan strategis dan pusat keramaian. Masyarakat RT 25 di Kelurahan Pakuan Baru berharap agar di daerah mereka dapat didirikan sebuah monumen The Hok.

Monumen tersebut untuk mengenang jasa-jasa Tjoa The Hok yang telah banyak memberikan kontribusi di masa lalu.

| Rep/Kam:Rommy-Jambi | VO:Maya | Editor Video:Teddy |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.