Menkes: Flu Babi Sulit Bertahan di Daerah Tropis
Selasa, 28 April 2009, 22.37 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menegaskan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi kemungkinan menyebarnya virus H1N1 atau flu babi.

Meski telah menjangkiti sejumlah negara dan menewaskan puluhan orang di Meksiko, Siti Fadilah berharap virus ini tidak akan bertahan di Indonesia karena H1N1 cenderung berkembang di daerah dingin ataupun negara empat musim.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (28/4), Siti Fadilah menegaskan virus H1N1 pada prinsipnya tidak berbahaya seperti virus flu burung atau H5N1.

Meski tak menapik bertemunya virus H1N1 dan H5NI dapat memunculkan virus baru yang lebih ganas, Siti meyakinkan mutasi gen itu sulit terjadi secara alami dan membutuhkan waktu cukup lama bahkan puluhan tahun.

Selain memasang 10 termal scanner atau pendeteksi suhu badan di bandara-bandara, menjaga stok obat tamiflu, pihak Depkes juga telah merevitalisasi 100 rumah saksit rujukan dan mempersiapkan laboratorium pemeriksaan virus H1N1.

Pada kesempatan ini, Menkes juga menghimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala klinis influenza seperti batuk, deman, lesu, letih, nyeri tenggorokan, sesak napas yang disertai mual, muntah dan diare.

Menkes juga menyarankan agar para penderita flu menggunakan masker.

| Rep/Kam:Anthony | Penulis:Hutasoit | VO:Maya | Editor Video:Fajar |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.