| Gitaris Bali, Krisna: Kecil-Kecil Edan!! |
| Sabtu, 25 April 2009, 10.16 WIB | |||||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Semua terpukau menyaksikan penampilan kelompok anak-anak remaja belasan tahun memainkan berbagai komposisi musik di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (23/4). Penampilan mereka di BBJ ini dibagi dalam tiga sesi.
Krisna mendapatkan kesempatan tampil pertama. Gitaris Bali ini telah menghasilkan sebuah solo album, "The Beginning". Bersama Iwan (bas), Gustu (drum), Wiwin (DJ), Komang (gitar), mereka memainkan musik berirama rock, pop dan sedikit dibumbui rap. Mendengar permainan Krisna, langsung terbayang gaya permainan dan sound gitar gitaris legendaris, Joe Satriani. Tujuh lagu yang dibawakan oleh Krisna dkk, antara lain "Akhir", ”Malaikat”, ”Lumpuh”, mereka juga menghadirkan vokalis tamu yang juga ikut menyumbangkan suara pada album perdana Krisna. Mereka adalah Sutha (juara 1 AFI 2005), Titin, dan Cindy. Sutha mengaku sangat mengagumi permainan gitar Krisna, dengan mengatakan bahwa gitaris kelahiran 1 Juli 1993 ini "kecil-kecil edan".Pada sesi kedua, tampil Rafi (13) bersama Enos (Bas), Krisna (Gitar), David (piano), dan Dennis (Saxophone) menyajikan musik instrumental, dimana secara bergiliran mereka memperlihatkan kehebatan penampilan solo masing-masing. Mereka menamai grup mereka: The Young Prodigies. Rafi merupakan seorang drummer muda yang pernah melakukan sesi rekaman di Amerika. Dan album solonya ditangani langsung oleh Harvey MAson, penabuh drum kelompok Jazz legendaris, Fourplay. Mewakili generasi muda musisi Indonesia, mereka sempat membuat gempar penonton sebuah festival musik di Singapura, akhir tahun lalu, dan membuat para pecinta musik Singapura berdecak kagum.Selama karir bermusiknya, The Young Prodigies sudah dua kali tampil di Singapura. Dan pada bulan Maret 2009 lalu, mereka juga berpartisipasi dalam pagelaran Java Jazz Festival. | Rep/Kam: Dhika/Penulis: Dhika | VO: Maya, Derly | Editor video: Eva |
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...