Psychotest Lemah, Banyak Caleg Stress
Sabtu, 18 April 2009, 16.21 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Fenomena calon legislator terkena gangguan kejiwaan karena kalah dalam pemilihan umum, dinilai terjadi karena persyaratan psikologi tidak terpenuhi.

Selain itu, instansi yang berwenang mengeluarkan surat keterangan sehat kepada sang caleg juga dinilai kurang berkompeten.

Di beberapa daerah tertentu ternyata diketahui sangat mudah memperoleh surat sehat dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani.

Padahal untuk dinyatakan sehat rohani atau secara mental, seseorang harus melalui beberapa psychotest yang dilakukan oleh psikiater.

Dalam diskusi publik bertajuk "Fenomena Caleg dan Stigma Gangguan Jiwa" di Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan, terungkap bahwa untuk pemeriksaan kesehatan caleg beberapa waktu lalu tidak ada standar baku untuk seseorang dikatakan sehat jasmani dan rohani.

Berbeda untuk bakal calon presiden, pemeriksaan kesehatan jiwa dan rohani  sudah memiliki standar baku.

Sangat mungkin, lemahnya pemeriksaan kesehatan, khususnya kesehatan mental, banyak caleg yang terkena gangguan jiwa atau bahkan bunuh diri karena gagal dalam pemilu.

Kemudahan untuk memperoleh surat keterangan sehat jasmani dan mental diduga menjadi salah satu penyebab banyak caleg yang terkena gangguan jiwa.

Jika tidak ada patokan baku, sangat mungkin peristiwa caleg bunuh diri atau masuk rumah sakit jiwa bisa terjadi pada pemilihan umum lima tahun mendatang.

| Rep/Kam:Budhi | Penulis:Santoso | VO:Maya | Editor Video:Teddy|
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
oh my god
ellen (218.103.161.xxx) 2009-04-19 08:08:38

ini benar benar memalukan.jiwa kerdil kok mau jadi pemimpin.mestinya mau bertanding itu mesti tau ada yang menang ada yang kalah .kalau ngak siap kalah jangan bertanding ,emangnya negara ini milik keluarga elo doang .ini perlu dijadikan pelajaran untuk yang lain .orang kurang mental nyalon oh my god

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.