| Musik Ul Daul Ramaikan Kampanye di Madura |
| Kamis, 02 April 2009, 14.12 WIB | |||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Selama sepekan terakhir di musim kampanye, kelompok musik tradisional Ul Daul khas Madura, banyak ditanggap caleg dan Parpol peserta Pemilu. Seperti yang digelar kader PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ini. Kelompok musik Ul Daul tampak menyedot perhatian ratusan orang pengunjung.Kelompok Musik Anak Gaul dari Kota Sumenep ini, melibatkan pemain anak-anak dan remaja. Seluruh pemain alat musik, seperti kenong, gong, gendang, dan suling, seluruhnya berusia belasan tahun. Di kawasan Pulau Madura sendiri, musik tradisional Ul Daul ini mulai dikenal sejak lima tahun terakhir ini. Awalnya, musik Ul Daul lahir dari musik jalanan untuk membangunkan tidurnya kaum muslim yang hendak berpuasa Ramadan. Lantaran permainan kelompok musik Ul Daul dapat mendatangkan suasana meriah, maka kalangan caleg dan parpol banyak yang mengundangnya. Tentu saja tidak gratis. Sekali pentas, kelompok musik Ul Daul memasang tarif Rp 600 ribu. Pada awal dikenal, kelompok musik Ul Daul hanya terdiri dari alat musik bekas. Bas gendang dibuat dari tong plastik wadah ikan yang diberi karet bekas ban truk. Karet bekas dililitkan di mulut tong, dan diikat kuat. Saat ditabuh, bas gendang ini melahirkan suara mirip bas drum pada group drum band professional. Ada lagi alat musik bernama kenong. Alat musik yang mengeluarkan suara gemerincing, dibuat dari bekas potongan lempengan besi yang ditata di balok kayu berlobang. Alat lainnya, berupa kentongan bambu. Peralatan musik dari bahan bekas itu, lalu dibawa keliling kampung, untuk membangunkan orang yang hendak makan sahur. Karena musik tradisional, lagu-lagunya pun lagu kuno khas Madura. Seperti Ge’ik Bintang atau Memetik Bintang, Pajjer Lag’gu atau Fajar Pagi, dan Tandhuk Majeng atau Kehidupan Nelayan. Terkadang, kelompok musik Ul Daul ini menyodorkan lagu bernafaskan islami. | Rep/ Kam/ Pen: Arif Purbadi – Madura | VO: Riana, Henry | Editor video: Eva |
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...