Ogoh-ogoh Sebagai Pengusir Buta "Kalla"
Kamis, 26 Maret 2009, 22.40 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Ogoh-ogoh digelar menjelang peringatan tahun baru Saka 1931 atau secara nasional dikenal dengan Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh bagi umat Hindu diyakini sebagai pengusir buta kalla atau roh jahat, saat melaksanakan Upacara Nyepi di tahun baru Saka.

Seperti yang dilakukan Chandra (23) warga Bekasi bersama umat Hindu lainnya, usai melakukan upacara Tawur Agung Kesange, di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur. Mereka mengais sisa-sisa sesajen yang dipersembahkan, setelah atraksi Ogoh-ogoh diarak dengan penjagaan para pecalang, yang diyakini dapat mengusir buta kalla atau roh jahat saat melaksanakan upacara Nyepi.

Hal yang sama juga dilakukan Wayan (20) yang sengaja datang dari Tanjung Priuk. Ia sengaja mengambil seserahan berupa buah dan beras merah yang akan ditanam di pekarangan rumahnya. Untuk menghindari hal-hal negatif sepanjang tahun sampai bertemu kembali Tahun Baru Nyepi berikutnya.

Adapun, makna dari pelaksanaan Catur Bratha penyepian ini adalah "Mulat Sarira" atau instropeksi diri. Karena dalam kehidupan sehari-hari aktivitas manusia dapat dikendalikan oleh hawa nafsu indrianya, pada saat Nyepi lah nafsu-nafsu indria itu yang dikendalikan dengan kesadaran diri.

Biasanya upacara Nyepi diikuti juga dengan Catur Brata Nyepi, yaitu, Amati Geni, tidak menyalakan api, termasuk memasak yang maksudnya agar melaksanakan upawasa atau berpuasa. Amati Kerja, menghentikan kegiatan kerja, menyepikan indria dari kegiatan sehari-hari. Amati Lelungan, tidak bepergian, tinggal ditempat dan Amati Lelungan, tidak mengadakan kegiatan hiburan atau pemuas indria.

| Reporter/Kamerawan:Ade | Penulis:Novita | Editor Video:Ita|
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.