| Hari Perdana Kampanye Terbuka Sepi |
| Senin, 16 Maret 2009, 23.01 WIB | |||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Tak ada konvoi seperti lazimnya sebuah kampanye partai politik. Apalagi parade atribut parpol yang diusung ratusan orang simpatisan. Sepi. Itulah realita dibalik kampanye terbuka perdana Pemilu 2009 di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Malahan, ada tiga parpol yang tidak menyertakan benderanya untuk dipasang secara massal di areal Terminal Lawangan Daya dan areal ex Stasiun KA.Hari perdana hanya diisi dengan pemasangan 31 tiang berhias bendera parpol peserta Pemilu. Ada empat titik lokasi yang dijadikan tempat pengibaran bendera parpol. Yakni, di pagar depan Terminal Lawangan Daya di Jalan Stadion dan areal ex Stasiun KA di Jalan Trunojoyo. Dua titik lainnya menempati areal Pasar 17 Agustus Kelurahan Bugih di Jalan Pintu Gerbang dan pertigaan Asem Manis di Jalan Jokotole. Warga pengguna jalan tak berminat untuk menoleh ke lokasi pemasangan bendera parpol. Warga pengguna jalan yang melintas, terkesan acuh tak acuh. Padahal, di lokasi itu, lahir pemandangan baru berupa puluhan tiang bendera warna-warni berlogo parpol. Sebelum dikibarkan secara massal, Ketua KPUD Pamekasan, Imadudin, mempersilahkan ke-31 pengurus parpol untuk memasang benderanya masing-masing. Imadudin menyediakan 31 tiang bendera berbahan bambu secara gratis. Tapi ternyata, hanya 28 parpol saja siap dengan benderanya. Sedangkan 3 parpol, masing-masing Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak kelihatan memasang bendera. Imadudin memberi kelonggaran kepada pengurus ke-3 parpol tersebut agar tetap memasang benderanya di lain kesempatan. Imadudin tidak menampik jika dikatakan kampanye perdana di Pamekasan tampak sepi. Sebab, jadwal kampanye hari perdana hanyalah pemasangan bendera 31 parpol di dua titik. Diluar acara itu, tidak satupun parpol yang mencatatkan jadwal kampanye di kantor KPUD Pamekasan. Reporter/Kamerawan/Penulis : Arif Purbadi – Madura/ Vo: Maya, Derly / Editor: Endy
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...