Investigasi Korban Harimau Sumatera
Jumat, 06 Maret 2009, 12.13 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Kawasan hutan disekitar tempat kejadian yang merupakan habitat binatang buas, kini menjadi kawasan perkebunan masyarakat dan praktek ilegal logging.  Dugaan sementara akibat semakin menyempitnya wilayah tempat binatang dilindungi tersebut untuk mancari makan, menjadi penyebab utama aksi penerkaman.

Hasil ivestigasi Kompas TV dilapangan bersama tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Satuan Polisi Reaksi Cepat (Sporc), dinas kehutanan dan Lembaga Pecinta Satwa Liar (LPS), Rabu (4/03).

Dengan adanya informasi yang diterima BKSDA Jambi, bahwa ada korban yang kembali diterkam oleh harimau Sumatera namun jasadnya belum ditemukan. Maka tim gabungan BKSDA langsung menelusuri kawansan hutan sungai Medak, Bayung Lincir, Kabupaten Muba, Sum-Sel tempat korban dibantai si raja rimba.

Diduga korban adalah pekerja bayaran yang sedang melakukan pembalakan liar dikawasan hutan itu, namun tim BKSDA Jambi tidak menemukan jasad korban. Jasad korban dilaporkan telah dievakuasi oleh cukung kayu yang memperkerjakannya.

Isu mistis yang berkembang di masyarakat, bahwa harimau tersebut adalah jelmaan manusia yang menuntut ilmu dan akan meminta korban.

Selain itu dari pihak BKSDA Jambi menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan kepada kepala dusun, BKSDA Jambi, pihak kepolisian bila ada yang diterkam harimau lagi.

| Reporter/Kamerawan/Penulis:Romy | Editor Video:Yuan | VO : Maya, Yosie
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Hukum Tembak
bejorejeki (125.165.173.xxx) 2009-03-10 20:27:20

pak gebenur jambi, kalau bisa penebang ilegal di tembak mati, skarang harimau yang berbicara harusnya kita sadari itu pak, 100% saya dukung hukum mati buat si ilegal logging,

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.