Rizal Ramli: Jalan Ekonomi Indonesia Harus Diganti
Kamis, 05 Maret 2009, 15.49 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Rizal Ramli adalah penentang pemikiran neo-kolonialisme yang amat tangguh. Mantan Menko Perekonomian Indonesia Rizal Ramli memperkirakan, perekonomian Indonesia pada tahun 2009 ini, akan mengalami hard landing.

Rizal beralasan bahwa empat mesin pertumbuhan ekonomi, yaitu ekspor, investasi, konsumsi swasta, dan konsumsi pemerintah tidak berfungsi dengan maksimal.

Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini hanya mencapai 3,3 persen. Sedangkan ekspor dan nilai investasi Indonesia akan menurun menjadi minus 5 persen dari 20 persen pada tahun 2008 lalu.

Mantan Komisaris PT Semen Gresik yang lantang kerap menentang kebijakan pemerintahan SBY-JK ini, menganggap perlu adanya perubahan ekonomi.

Untuk itu, katanya, bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki visi untuk membangun Indonesia baru yang lebih maju dan berkembang.

Calon presiden yang diusung 12 parpol dan pengagas Blok Perubahan ini, berkeyakinan bahwa bangsa ini membutuhkan perubahan yang fundamental.

Dirinya juga selalu menekankan pentingnya mengembangkan kemandirian ekonomi bangsa, serta pengembangan aktivitas perekonomian produktif bukan spekulatif.

Yang jadi pertanyaan, benarkah dengan perubahan ekonomi yang diusulkan akan membawa perubahan pada produktifitas perekonomian yang secara langsung dapat dinikmati masyarakat?

Semuanya masih belum bisa dipastikan. Apalagi, tahun 2009 ini, Indonesia sedang sibuk menyongsong perebutan suara kursi parlemen dan perebutan suara kursi Presiden.

| Rep/Kam:Cahyo | Penulis:Rizal | VO:Maya | Editor Video:Ferry |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.