Di tengah-tengah maraknya karya musik pop sejenis bahkan bisa disebut
sewarna, ada saja satu dua musisi (muda) yang nekat berbelok arah. Salah satunya adalah Maju Ardy Padang, mahasiswa semester 6, jurusan musik IKJ.
Sejak enam bulan lalu, pria asli Pakpak, kelahiran Medan ini mendirikan
grup band bersama Banon Gautama, Yamin, Idam, Medy, Dika, Bae,
kemudian secara additional mengajak Prima Banurea (khusus memainkan alat musik gendang dan kalondang, musik tradisional Pakpak, asal perbatasan Sumatera Utara dan Aceh Selatan. Selain Prima, semua personel adalah mahasiswa dari berbagai jurusan di IKJ.
Mereka menyebut nama grupnya GUICE, yang kalau dipanjangkan berarti: GUE CINTA ETNIK. Hari Sabtu kemarin, disaksikan puluhan orang mahasiswa, beberapa dosen, keluarga dan teman-teman, GUICE tampil di IKJ bersama puluhan penampil lainnya, yang tidak hanya musik, tapi juga ada pantomim dan sendratari.
GUICE menjadi menarik, karena alasan yang disebut tadi. Percampuran
diatonis & #8211; pentatonic yang mereka ramu amat menarik untuk disimak, apalagi mereka kemudian memilih lagu tradisional Pakpak, berjudul Pantar Silang menjadi andalan. Padang yang memainkan gitar elektronik mengaransemen lagu itu menjadi sangat menarik, karena selain mengedepankan kalondang dan gendang Pakpak, Idam yang memainkan Saron dan Medy yang mengolah gamelan bisa menerjemahkan aramsemen perkawinan itu menjadi menarik.
Apalagi Baron dan Bae bisa meningkahinya lewat drum dan perkusi,
sementara Dika pembetot bas pun bisa menempatkan bunyi alat elektriknya membelah bunyi-bunyian tradisional Jawa, Pakpak dan Sunda. Belum lagi Yamin yang pemukul gong, mampu pula memperkaya Pantar Silang yang biasa dinyanyikan ketika petani tengah menunggu padi yang mulai menguning di atas rumah-rumahan di tepi ladang.
Malam itu GUICE menarik perhatian penonton, termasuk memaksa penonton memberi tepuk tangan yang meriah, sebagai tanda apresiasi atas usaha Padang dan kawan-kawan yang masih punya nurani dan keberanian menoleh karya nenek moyang.
| Kamerawan : Anggie| Penulis : HMB| Editor Video : Anggie/ Opung| Narator : Maya | Operator Dubb: Derly|
Salut buat adik2 di rantau, walaupun di pengrantauan kalian masih ingat dengan budaya kita, sukses terus, semoga budaya pak pak maki go, bukan saja di nasional tp sampai internasional. SELAMAT BERKARYA!..............
Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...