Empat puluh tiga tahun sudah, dalang di balik peristiwa berdarah G-30-S belum juga terungkap.
John Roosa penulis asal Kanada, meluncurkan buku berjudul " Dalih Pembunuhan Massal" Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto,
Dalam buku karangan John Rossa ini, terdapat kumpulan dokumen-dokumen yang ditulis sendiri oleh para pelaku utama G-30-S. Apalagi data tersebut selama
ini belum pernah dijadikan bahan kajian.
Di dalam buku yang ditulis John Roosa ini, diungkap pula peristiwa pembunuhan massal yang terjadi pada masa itu. Selain itu, perbincangan Soekarno dengan Soeparjo pun dimunculkan dalam buku “Dalih Pembunuhan Massal” ini.
dalam buku karangan john rossa,banyak hal yang terungkap,dimana dijelaskan adanya peran amerika dalam peristiwa g-30-s.peran tentara muda,tentara senior,dan masih banyak lagi
Ungkap sejarah
Apet (117.102.80.xxx) 2008-07-29 11:23:53
Saya bukan komunis, walaupun saya anak seorang tokoh komunis, pahit dan getir saya rasakan efek sebagai seorang anak komunis, saya hanya ingin sejarah diungkap apa adanya, supaya anak cucu kita tahu yang sebenarnya.Terlepas siapa yang jahat, salah atau benar dari para pelaku sejarah hanya Tuhan yang tahu.. Tapi sejarah tidak boleh dibelokkan dari kenyataan yang sebenarnya.
Saya memang belum sempat baca buku jhoon rossa,..dan tentu sja sy ingn mendaptkanya..,sbb sy terkesan dng sejarah G 30 S..,sy ingn mendptkn hal hal yg bnr..,mskipn sy tau ini hnya sbuah buku..,bkn dan blm mnjad4 fakta hukum?
cari buku baru
elisabeth (117.102.80.xxx) 2008-05-01 14:00:46
Saya sedang mencari buku judul DALIH PEMBUNUHAN MASSAL:GERAKAN 30 SEPTEMBER DAN KUDETA SOEHARTO,tolong saya diinformasikan dimana saya harus membelinya,kalau boleh saya di informasikan melalui email,sebelumnya saya ucapkan terimakasih.Email : ebi_kutu@yahoo.com
waktu preman bayaran terusik
atikah (125.161.199.xxx) 2008-04-04 23:12:51
lucu ya orang2 ini. kalau 'orang asing' bawa duit langsung ditelan. biarpun mereka ngerampok hutan, tambang dan lautan negeri ini. tapi begitu ngajak kita bersikap kritis terhadap yang kuasa, dibilang agen. kok musti hati2 sama 'orang asing'. wong pemerintahan ini kan dikendalikan imf, bank dunia, adb, dst. tentara itu yang biayai ya amerika lewat program imet, bantuan senjata, dst. di buku john itu lho diulas. provokasi? lha yang mulai provokasi ya suharto dan tentaranya sampe orang bunuh2an tahun 65-66 itu. baca yg bener dululah buku itu, baru komentar. kok kayak preman aja gertak2 orang karena lapaknya digugat. kalo memang bener2 patriotik, berangkat ke timika situ lho, usir tuh freeport, kalau ngga langsung diadepin kopassus.
kebebasan
amur (118.136.5.xxx) 2008-04-03 19:33:42
Setiap orang bebas mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tulisan/ menerbit kan buku, namun stiap pendapat/tulisan harus secara obyektif dan didukung oleh fakta/bukti yang dpat dipertanggung jawabkan. Bila hanya berupa karangan, itu hanya fiksi dan acuhkan saja. Orang yang poeduli terhadap bangsa dan negaranya, memang perlu pengungkapan sejarah masa lalu yang obyektif. Ok;
bagaimanapun partai komunis itu tidak mengenal adanya TUHAN dan anggota partainya juga kejam,......
Memang sangat betul spt.apa yg.ditulis yoyok_basuki,.. tp.kita harus jujur mengakui kalo saat ini bangsa kita mayoritas mengaku berAgama tapi nyatanya TIDAK BERTUHAN.....
yoyok_basuki@yahoo.co.id
yoyok (202.173.65.xxx) 2008-04-02 17:54:23
bagaimanapun partai komunis itu tidak mengenal adanya TUHAN dan anggota partainya juga kejam,tanyakan pada warga yang mengalami hidup era tahun 1965 yang bukan antek PKI.
employ
hendra (117.102.80.xxx) 2008-04-01 14:19:10
selamat atas di terbitkannya buku hasil karangan dari JOHN ROSSA.
Pasti ada yang Pro dan Kontra dalam hal menerima kebenaran tetapi saya pribadi lebih baik menerima kebenaran dari pada di beri angin segar. Sukses terus untuk John Rossa
kurang peduli
mae (117.102.80.xxx) 2008-04-01 14:26:26
bukannya orang asing lebih dipercaya, tetapi orang indonesiannya sendiri tidak peduli mengupas sejarahnya sendiri. hanya terima hasil saja.
Jakarta:
ISSI: Jl. Pinang Ranti No. 3 Garuda Jakarta Timur (021-809 5474)
Depok:
TM BookStore: Depok Town Square Jl. Margonda Raya Depok
Bandung:
Togamas Bandung: Jl. Supratman 45 Bandung
Yogyakarta:
Togamas Affandi: Jl. Affandi No. 5 Condong Catur Yogyakarta
Togamas Galeria: Galeria Mall Lt.2 Jl PB Sudirman Yogyakarta
MP Bookpoint: Jl. Kaliurang Km. 6,3 No. 58 Yogyakarta
Social Agency Sagan: Jl. Prof. Yohanes No. 1170 Yogyakarta
Social Agency Gejayan: Jl. Affandi Yogyakarta
Social Agency Baru: Jl. Kaliurang Km. 8,5 No. 25 Yogyakarta
NC Banteng: Perum Banteng Baru Jl. Banteng Baru V No.8 Yogyakarta
Semarang:
Togamas Semarang: Jl. Singosari Raya 25 Semarang
Surabaya:
Togamas DTC: Darmo Trade Center Lt. 5/C Wonokromo Surabaya
Togamas Diponegoro: Jl Diponegoro No. 9 Surabaya
Petra Togamas: Jl. Pucang Anom Timur No. 5 Surabaya
Malang:
Togamas Malang: Jl. Raya Dieng 27A/2 Malang
Jember:
Togamas Jember: Kampus Center UNEJ Tegal Boto Jember
Denpasar/Bali:
Togamas Denp...
Dimana nyari tuh buku?
Choky (195.189.142.xxx) 2008-03-27 22:42:49
Saya pribadi sih ingin baca tuh buku & ingin tau isinya apa. Anda-anda belum membaca buku trsbt, udah kasih pendapat yg macam2. Tipikal orang kita Indonesia yg apriori terhadap temuan orang asing tentang kebobrokan bangsa sendiri. Kita ini jangan berbangga diri, merasa lebih bermartabat, berakhlak & berbudaya daripada orang asing, terimalah & akuilah kalo mental kebanyakan dari kita ini sungguh bobrok, & memprihatinkan, buktinya banyak, para wakil rakyat orang2nya! John Wo, peringatan hati-hati ga ada artinya, kita orang Indonesia kan pintar2. Kita mampu menafsirkan sendiri2 apa yg diucapkan orang lain terhadap kita. Saya pribadi akan menganggap buku itu menambah pengetahuan saya tentang sejarah, bukan jadi doktrin yg menakutkan. Hanya orang bodoh & tolol yg mau terpengaruh dengan bacaan sprti itu!
asyik..
smn (117.102.80.xxx) 2008-03-27 15:13:53
makin banyak terbit makin baik..kita khan bisa menilai sendiri relevansi dengan bukti sejarah yang ada, kalo ditemukan bukti baru yang dipertanggung-jawabkan apa salahnya tuk dijadikan referensi baru...
hati-hati ya
yon (117.102.80.xxx) 2008-03-27 11:26:01
Jaman demokratisasi seperti sekarang ini, memang memberikan ruang dan waktu untuk orang berbicara,termasuk menulis apa saja yang dia mau, kadang-kadang bicara atau nulis ngawurpun orang
harus dengar atau baca, kita ini negara kaya dan besar, tenaga kerja murah ada, sumber alam melimpah mau apa lagi, makanya orang asing mau menguasai indonesia, dia acak-acak kita.kalau bisa tangan bangsa Indonesia sendiri mengapa tidak. Yang lucunya tiba-tiba saja banyak orang mengakukan dirinya tahu tentang masa lalu,
jadilah buku-buku cerita yang seakan-akan masa lalu itu benar-benar terjadi, padahal kita ini sangat lemah, lemah sekali dalam masalah dokumentasi,dan orang Indonesia lebih banyak mengandalkan pada
daya ingat.Bila mau merekontruksi masa lalu mbok ya siapkan bahan-bahannya yang
banyak. Buku-buku kesejarahan di buat untuk membuat kita arif, bukan untuk menistakan pihak lain.
wow...
pépé (117.102.80.xxx) 2008-03-27 11:27:58
orang kanada tulis buku tentang keadaan politik indonesia di tahun 60an..sensasi..fenomena? kenapa ga orang indo? ato ini ide orang indo dengan pinjam nama john roosa supaya lebih dipercaya? kenapa harus lebih dipercaya? mungkin karena sumber-sumber nya tidak bisa dipercaya?
hati-hati
ahamd (117.102.80.xxx) 2008-03-26 20:32:24
Saya kira, apa yang dikemukakan Jhon Wo, ada benarnya. Masyarakat Indonesia jangan mudah terprovokasi. Mengapa buku ini baru terbit setelah mantan Presiden Seoharto wafat? Saya tak mengesampingkan adanya motif lain, selain motif ilmiah dan sejarah. Bukan tidak mungkin, ada provokasi tersembunyi atas terbitnya buku ini. Dan inilah yang perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ingatlah, agen-agen asing saat ini banyak yang berkeliaran di Indonesia, dan mereka atas nama macam-macam; ilmuwan, peneliti, dan sebagainya.
Tanggapan untuk John Wo
Airlambang (202.123.228.xxx) 2008-03-26 19:11:41
Ga lah, John. Kalau buku ini memang kamu anggap bagus, ya bagus saja. Tak perlu diimbuhi dengan peringatan agar hati hati. Penerbitan buku yang mengungkap sejarah masa lalu tentu punya maksud, tapi motifnya ialah mencoba membikin terang sejarah yang cukup lama sengaja digelapkan oleh pemerintah Orde Baru. Justru kalau John Wo bermaksud menyerukan kerukunan, bukan dengan menebar 'ancaman' baru terhadap penerbitan buku semacam. Yang perlu kita tebarkan justru dorongan agar penerbitan semacam semakin banyak sehingga kita yang lahir di masa sesudah peristiwa gelap itu dapat keterangan yang terang, seterang benderang matahari tengah siang tanpa awan.
????
kiki (125.163.124.xxx) 2008-03-26 18:25:42
kenapa gak dari dulu???
sejak dulu kita hanya tahu peristiwa G30 S PKI dari text book saja. sudah saatnya Indonesia berubah dan memberikan sejarah yang benar untuk para pelajar. Chayo!!!!
WAh, nampaknya buku ini yang di tunggu2. saya ingin memilikinya apa sudah terbit,.?
selamat buat John Roosa,..
Salam
hati-hati
Jhon Wo (117.102.80.xxx) 2008-03-26 18:22:25
Terbitnya buku baru ini, bagus. Tapi bagi sebagian masyarakat Indonesia, justru harus hati-hati. Mengapa? Bukan tidak mungkin ada maksud lain di balik penerbitan buku ini. Salah satunya, memanaskan salah satu pihak dengan seolah-olah memberi info benar, dan kemudian muncullah dendam pada kelompok lain. Orang-orang Indonesia, jangan mudah terpropovakasi. Jaga kerukunan, dan jangan sampai terjadi peristiwa seperti yang terjadi puluhan tahun lalu. Saya bukan curiga, tapi tak bisa atas nama HAM, kemudian orang bisa seenaknya memprovokasi kelompok lain, atau mengupas luka lama, agar muncul luka-luka baru. Hati-hati...Jhon Wo
Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...