Investor Adam Air Bantah Tarik Modal
Selasa, 18 Maret 2008, 06.02 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Maskapai penerbangan dengan warna khas orange, Adam Air terancam berhenti beroperasi 21 Maret mendatang. Tudingan penarikan investasi oleh 2 perusahaan, PT. Global transport Service (GST) dan PT. Bright Star Perkasa(BSP), langsung dibantah kedua perusahaan penanam modal tersebut.

Usai menemui Dirjen Perhubungan, Departemen Perhubungan, kuasa hukum kedua perusahaan, Hotman Paris Hutape SH membantah adanya penarikan investasi oleh kliennya.

PT. GST dan PT. BSP memegang sekitar 50% saham Adam Air dan sisanya dikuasai keluarga Suherman. Saat ini Adam Air mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi kepada lessor sebesar US$ 22 juta dan piutang hingga US$ 8 juta. Selain itu Adam Air juga harus membayar asuransi yang sudah jatuh tempo sebesar US$ 1,9 juta.


| Reporter:Mahfud | Kamerawan:Effendy | Penulis:Fuendy | Editor Video:Ganda |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Mr.
Bakpau (118.136.48.xxx) 2008-03-25 22:44:12

Kepemilikan saham dengan kewajiban perusahaan untuk membayar hutang kepada pihak lain (lessor) adalah 2 hal yang berbeda sama sekali

pemegang saham telah menyetorkan dana nya untuk mendapatkan saham perusahaan.
jika ternyata perusahaan ada banyak hutang yang tidak dapat dibayar, harus dicari sebabnya, apakah salah kelola ? salah management ?

yang jelas jangan menyalahkan pemegang saham karena jelas2 tidak ada hubungannya.
Negara Harus Turun Tangan
nur eva (152.118.24.xxx) 2008-03-18 09:58:10

sudah seharusnya negara menjadi institusi terdepan yang akan membantu rakyat jika ada masalah yang berkaitan dengan kesejahteraan hidup. negara dibentuk untuk menghantarkan kehidupan rakyat sejahtera lahir dan batin. bila negara tidak lagi memperhatikan kewajibannya untuk mensejahterakan rakyat maka artinya negara tidak berfungsi (mati). mari kita membentuk negara baru dengan sistem yang manusiawi yaitu khilafah Islam, yang akan membawa rakyat hidup damai dan sejahtera. tidak percaya, serahkan kepemimpinan ini kepada kami, Hizbut Tahrir! jika tidak, maka masalah kesejahteraan rakyat tidak pernah terselesaikan. allahu akbar.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.