| Dari Singkong, Siswono Kembangkan Kompor Ethanol |
| Kamis, 08 Januari 2009, 11.56 WIB | |||||||||||||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Pengembangan bahan bakar alternatif, mungkin salah satu solusi mengatasi keterbatasan energi untuk masyarakat. Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudhohusodo, saat ini sedang sibuk mengembangkan pengolahan energi alternatif bio-ethanol. Terobosan yang dikembangkan Siswono ini adalah pemilihan bahan baku yang murah serta proses pembuatannya yang mudah. Dikembangkan di Kendal, Jawa Tengah, melalui Lembaga Pengembangan Desa Mandiri Energi (LPDME), mantan Menteri Transmigrasi dan PPH ini berhasil memproduksi ubi kayu alias singkong menjadi bahan bakar ethanol yang ramah lingkungan, beserta kompor pembakarnya. Bio-ethanol setara dengan minyak tanah. Hemat, karena satu liter minyak bio-ethanol setara dengan satu setengah liter minyak tanah biasa. Bio-ethanol juga dapat dibuat sendiri oleh masyarakat, karena singkong dapat ditemukan di pasar, atau hasil pertanian masyarakat. Tujuh kilogram singkong bisa dihasilkan satu liter ethanol. 300 cc ethanol bisa digunakan untuk memasak selama 3 jam. Harga satu liter bio-ethanol sebesar Rp 4.800 per liter. Untuk memasak air sebanyak lima liter, hanya butuh waktu 10 menit. Kompor bio-ethanol tidak bersumbu, sehingga tidak ada hangus dialat masak. Minyak tanah bio-ethanol sangat ekonomis, dan tentunya bermanfaat sebagai pemberdayaan masyarakat lokal. Bahan bakar alternatif dari singkong ini, sudah siap dipasarkan berikut kompor pembakarnya. Ke depan Siswono dan LPDME akan mengembangkan bio-ethanol menjadi bensin siap pakai, pengganti premium. | Rep/Kam:Cahyo/Rizal | Penulis:Rizaldo | VO:Maya | Editor Video: Endy |
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||||||||||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Roy Suryo : Misteri Supersemar
emangnya sampai seberapa penting sih supersemar untuk bangsa ini?kenapa musti he...
Tanding Persahabatan, Jakmania Bentrok ...
bambang pamungkas - kak bepe aku ini vens berat kakak !!! kakak bisa tidak datan...
Kisah Desa Korban Keganasan HIV/AIDS di ...
Video diatas - Kasihan sekali bila melihat mereka hidup tanpa orangtua karena te...
Sri Mulyani Akui Data BI Tak Memuaskan
perhimpunan rakyat nusantara - Sejak tgl 22 desember 2009 lalu, setelah pansus s...
Pemakaman Sang Legenda Sepakbola
drs.prof.ir.pmpd.mi.se.m - hjhhkoiu;ljiok;]o,p/['-p.;=['
Reog Ponorogo, Tarian Simbol Kerajaan Ma...
kok - file anda tolong diperbaharui... reog bukan dari kerajaan majapahit tapi d...
Tersangka Penipuan 60 Milyaran, Berkedok...
wkwkwkw - knapa kok gak ada yg bersangkutan dengan ham???
Nyatanya, Arthalita Kerap Rapat di Rutan...
Ngeles - Dah Gini Kok masih Ngeles
"Misteri" Tahi Lalat Arthalita
tahi lalat pembawa musibah - tahi lalat yang dimilikinya sama dengan tahi lalat ...
Australian Showcase featuring Akira Isog...
china granite - HI.lane frost countertop vid...