Listrik Disabotase, 600 Pedagang Pasar Koja Bertahan
Senin, 05 Januari 2009, 06.02 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Meski aliran listrik telah dipadamkam, sekitar 600 pedagang di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, memilih tetap bertahan dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

Para pedagang mengaku menolak dipindahkan ke tempat penampungan sementara sebelum ada kesepakatan harga sewa yang ideal antara PD Pasar Jaya dengan pihak pedagang.

Ditemui Minggu (4/1), Ketua Pedagang Pasar Koja Baru Edy Nawawi menjelaskan, para pedagang menolak pindah karena mengaku tidak sanggup membayar uang sewa kios yang per meternya mencapai Rp 27 juta.

Harga sewa per 20 tahun itu dinilai tidak wajar karena di tempat lain harga sewa hanya berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Para pedagang juga mengecam aksi premanisme dan pengrusakan gardu listrik di Pasar Koja Baru oleh sejumlah oknum satpam pasar yang disertai penganiayaan terhadap tiga pedagang.

Sementara menurut Emar, seorang pedagang pakaian, sejak kekisruhan dan padamnya aliran listik, omset penjualannya turun hingga 60% akibat sepi pembeli.

Selain menuntut penurunan harga sewa, para pedagang ini juga meminta pihak PD Pasar Jaya menghormati keputusan DPRD dan Pemda DKI yang meminta agar renovasi Pasar Koja Baru ditunda karena belum ada ijin.

| Rep/Kam:Anthony | Penulis:Hutasoit | VO:Maya | Editor Video:Ferry |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.