SBY-JK Dinilai Gagal Penuhi Janji
Selasa, 30 Desember 2008, 08.15 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Fadhil Hasan menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia dibawah pemerintahan SBY-JK, selama empat tahun terakhir masih rapuh dan cendrung jalan ditempat. Selain didominasi pertumbuhan tak berkualitas, realisasi pertumbuhan ekonomi empat tahun terakhir bahkan meleset jauh dari angka pertumbuhan yang dijanjikan pada awal kampanye.

Pada saat diskusi Fadhil mengatakan, buruknya kinerja ekonomi pemerintah SBY. Hal ini terlihat dari kegagalan pemerintah merealisasikan target pertumbuhan ekonomi sepanjang empat tahun berkuasa, kecuali tahun 2005. Tahun 2006 misalnya, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,5% atau lebih rendah dari target awal sebesar 6,1%.

Bahkan pada tahun 2007 dan 2008, target pertumbuhan ekonomi dipatok masing-masing sebesar 6,7% dan 7,7%, ternyata meleset menjadi 6,3% dan 6,1%. Jarak antara realisasi dan janji ini menurut Fadhil terjadi akibat kurang efektifnya kebijakan ekonomi serta rasa optimisme pemerintah yang berlebih.

Fadhil juga mengkritik ketidakmampuan pemerintah menjaga tingkat inflansi dan mengembangkan perekonomian yang menyerap tenaga kerja dalam skala besar. Inflansi 2008 yang nyaris mencapai angka 12% menurut Fadhil mengakibatkan daya beli masyarakat semakin rendah.

Selain membangkitkan sektor riil dan melindungi produksi dalam negari, Fadhil menyarankan agar pemerintah segera menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok. Saran lain yang diberikana agar pemerintah meningkatkan kegiatan produktif  bagi masyarakat menengah-bawah, khususnya kaum petani. Selain Fadhil, hadir dalam diskusi itu antara lain ekonom Tim Indonesia Bangkit Hendri Saparini dan Ketua Lembaga Studi Kapasitas Nasional  (LSKN) Hartojo Wignjowijoto.

| Reporter/Kamerawan:Toni| Penulis:Antoni| Editor Video:Teddy | VO : Maya, Yosie
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
karyawan swasta
wahid (125.166.54.xxx) 2009-03-03 11:13:43

Anda terlalu mengecilkan pemerintah bung, anda harus ingat bahwa maslah yg dialami negara semakin komplek apalagi ditambah lagi krisis global. saya jadi berfikir mungkin anda adalah pendukung salah satu partai yang berjanji untuk memberikan sembako murah. apa benar begitu. lanjutkan perjuangan anda Pak SBY - JK saya bangga pada anda semua
Tory (117.102.80.xxx) 2009-01-26 12:05:47

Emang bener tuh pemerintahan Indonesia dari dulu Tukang Tipu ama rakyatnya Penjajah Berambut Item, Dasar emang gitu kalo Pejabatnya pergi ke dukun mulu ngak pede ama dirinya sendiri, tukang korupsi nomor wahid sedunia moga moga ntar bisa tuh ngerubah kelakuanya kalo TUHAN nagsih pemimpin yang cinta bangsanya sendiri juga takut sama Tuhan Doain, makanya kalau percaya Tuhan Jangan percaya ama dukun!!!!!!!!!!!!!!!
Pake tuh Ilmu yang dituntut disekolah dulu..............
INTROPEKSI DIRI sebelum mengin
ommy (202.46.129.xxx) 2009-01-07 16:31:07

target memang merupakan ancang2 kita untuk memulai sebuah langkah. Tidak semua ancang2 bisa kita capai dengan sangat mudah..Contoh seperti yang diungkapkan, target sebesar 6.1% sedangkan realita adalah 5.5% pada tahun 2006,pada tahun 2007 target 6.7% sedangkan realisasi adalah 6.3%, dan tahun 2008 7.7% sedangkan realisasi adalah sebesar 6.1%. pada tahun 2008 memang dimaklumi karena diluar dugaan bahwa terjadi krisis global yang menyulitkan hampir semua negara..Menurut saya,realisasi yang terjadi sangatlah memuaskan. Kenapa,.karena 50% dari sebuah janji atau disebut harapan, bisa terwujud..Sekarang pertanyaan saya,.kenapa pengamat hanya bisa berkomentar,kenapa hanya bisa mengkritik,kenapa hanya menyalahkan,.Pemerintah memikul banyak beban. Sebuah saran tak akan bisa menyelesaikan masalah.Harusnya kita bergotong royong. Ini bukan hanya kewajiban pemerintah saja.Saudara,saya dan yang lain bukan anak kecil yang bisanya dikasih makan,cuma bisa marah dan menangis saat tidak dibelikan mainan...
thomas (117.102.80.xxx) 2008-12-30 19:08:48

Sebaiknya seluruh komponen masyarakat tidak terkecuali pengkritik atau apapun sebutannya, dapat bahu membahu untuk membela negara tercinta...siapapun presidennya... para koruptor jika telah terbukti dan dapat dibuktikan seret kepengadilan ...yang paling menyengsarakan rakyat hukum gantung dan asset2nya dikembalikan ke negara tidak terkecuali harta keluarga...istri/suami/anak/menantu...dgn demikian Insya Allah Indonesia akan berkibar di mata dunia...pilih presiden yg berhati nurani jgn pilih pendendam dan pemeras..
no
koment (202.47.73.xxx) 2008-12-30 11:16:21

para pengamat, tidak usah ngomong yang membuat keadaan semakin buruk...
sadar...sadar..sadar...

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.