2008, Ekonomi Indonesia Pontang-Panting
Senin, 29 Desember 2008, 23.32 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Pengamat Ekonomi Iman Sugema menyatakan pontang-pantingnya pemerintah menyiapkan dan mengantisipasi dampak krisis, dinilai sebagai cerminan bahwa Indonesia belum memiliki fundamental ekonomi yang kuat.

Disela-sela acara "Evaluasi Total Indonesia di 2008", Senin (29/12) di Jakarta, Imam memperkirakan sektor manufaktur, properti, pertambangan dan perkebunan akan terus menurun hingga tahun 2009 mendatang. Selain itu, industri kecil dan UMKM menjadi kelompok yang paling rentan terhadap krisis.

Kinerja pemerintah di bidang ekonomi, menurut Iman, terlihat baik karena faktor-faktor eksternal. Misalnya, ekspor membaik karena harga-harga internasional dalam posisi yang bagus. Sebaliknya, ketika harga internasional turun, maka ekspor Indonesia juga mengalami penurunan.

Di tahun 2009, Iman menegaskan, pemerintah harus mengantisipasi dampak yang lebih luas dengan menyediakan anggaran khusus untuk krisis ini.

| Reporter/Kamerawan:Alam| Penulis:Syarif| Editor Video:Yuan| VO : Maya. Yosie
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.